SYAMSUAR DIMINTA MUNDUR, ‘BOLA’ KETUA DPD GOLKAR RIAU MENGARAH KE SF HARIYANTO?

Bangkinang Kota (SANGGAM.info) – Pasca perhelatan pemilihan legeslatif 27 Febuari lalu hingga pemilihan Kepala Daerah baik tingkat I dan II 27 Nobember 2024 silam, menjadi momentum seluruh partai politik dalam melakukan evaluasi. Tidak ketinggalan, Partai Golongan Karya (Golkar) yang disebut-sebut partainya penguasa pun ikut berbenah diri. Namun sayangnya, evaluasi tersebut justru meningkatkan suhu internal partai berlambang pohon beringin ini memanas.

 

Bagaimana tidak, kekalahan Golkar diberbagai daerah termasuk dalam perhelatan pemilihan Kepala Daerah menjadi pemicunya. Banyak suara sumbang yang mengatakan mulai adanya perpecahan di tubuh Golkar Riau, mulai dari pencopotan Indra Gunawan sebagai Sekretas Jendral  DPD Partai Golkar Riau sampai soal pergantian Syamsuar yang saat ini duduk sebagai ketua DPD I Provinsi Riau saat Musyawarah Daerah yang rencanya akan digelar Januari 2025.

 

Menanggapi isu tersebut, politisi senior yang juga menjabat sebagai Kordinator Daerah Golkar Riau Kampar Ahmad Fikri S.Ag menjawab gamblang soal gonjang-ganjing di tubuh Golkar Riau kepada SANGGAM.Info Rabu (15/1/2025).

 

Menurut Onga Fikri, begitu pria ini dipanggil, Golkar Riau memang sudah saatnya menentukan arah baru. Karena, dibawah kepemimpinan Syamsuar dirinya tidak melihat dampak positif secara nyata.

 

“Dalam hal ini, kalau boleh jujur tidak perlu lagi pak Syamsuar membuat trik dan intrik politik di partai berlambang beringin ini. Apalagi jika sampai mengkotak-kotakkan kader Golkar demi mempertahankan dinasti politiknya pada Musyawarah Daerah Golkar Riau dalam waktu dekat ini. Karena, secara kepemimpinan sudah dianggap gagal dalam membawa Golkar sebagaimana yang semua kader internal harapkan,” Terang Onga Fikri keras.

 

Bukan hanya soal gagal dalam menjaga track record Golkar yang selama ini kita ketahui sebagai partai penguasa dengan dominasi suara di Riau, namun juga menjaga stabilitas seluruh kader untuk tetap solid. Justru, banyak sepak terjang Syamsuar yang disorot negatif pasca kekalahannya pada pemilihan Gubernur Riau 2024 lalu.

 

“Banyak aspirasi dari kader yang tidak takomodir, itu juga menjadi salah satu sebabnya. Seharusnya, sebagaimana kita ketahui setidaknya seorang pemimimpin itu dapat merangkul kebersamaan tanpa mengedepankan ego. Ini justru sebaliknya.” Fikri menambahkan.

 

Ditanya soal ada atau tidak kemungkinan SF Hariyanto sebagai wakil Gubernur terpilih  menahkodai Golkar selanjutnya, sebagaimana isu yang berkembang. Ahmad Fikri menjawab tidak menutup kemungkinan, namun harus disepekati oleh internal dahulu.

 

“Soal sosok di luar dari kader yang akan menahkodai Golkar selanjutnya, itu tidak menutup kemungkinan dan itupun tergantung DPP. Yang jelas, tentu kita sepakati dahulu secara internal. Karena Golkar sendiri memiliki kader-kader yang bisa diperhitungkan secara kemampuan.” Pungkasnya. (Dyt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru