Zainal Abidin ; Saya Tidak Gila Jabatan

886
H. Zainal Abidin menyampaikan Visi dan Misi

Bangkinang (SANGGAM.info) Kampar adalah kampung halaman saya. Kebanggaan kita, hiruk-pikuk dan riuh rendah negeri rantau, tidak membuat saya lupa dengan kampung ini. Sudah saatnya saya pulang kampung membangun negeri.
Demikian seuntai kata keluar dari sosok Bakal Calon Bupati Kampar H. Zainal Abidin, via selulernya ketika SANGGAM.info hubungi. Bagi Zainal yang merupakan politisi partai Golkar Batam ini, kepulangannya ke kampung halaman sehubungan pilkada Kampar 2017 bukan tanpa alasan. “Yakni ingin mengabdi dan membangun Kampar,” Ucapnya ringan.
Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Kota Batam ini menyatakan, Perjuangan untuk mengabdi tersebut masih terus dilakukan dengan berusaha meyakinkan partai –partai politik, termasuk Partrai Golkar yang membesar dan dibesarkannya. Usaha sudah maksimal kita lakukan, namun jika Allah SWT tidak merestui dan berkehendak lain, saya juga akan legowo, senang hati. Karena ini semua proses tidak luput dari ketentuannya,” Ucap Zainal.
Ia menyebut, “Jika keikut sertaannya diridhoi, ia juga meminta semua kalangan untuk bersatu padu bersama membangun negeri yang kita cintai. Cukup sudah keterpurukan dan ketertinggalan kita saat ini tidak berlanjut. Mari bersama kita membangun Kampar. Jangan terkotak-kotak, dan melalui pilkada Kampar ini kita wujudkan mimpi kita agar Kampar berkemajuan,” Imbuh pria yang dikenal berpenampilan sederhana ini.
Zainal pun tidak menampik bahwa adanya opini bahwa dirinya di Batam merupakan sosok usahawan yang sudah mapan, dan pilkada bukanlah ajang untuk mencari peningkatan ekonomi atau financial, “Saya nyatakan, saya tidak gila jabatan. Benar yang disebutkan oleh orang-orang kita di Kampar itu. Saya sebenarnya tidak membutuhkan jabatan lagi untuk menghidupi bhisnis dan kepentingan saya. Saya ingin mengabdikan diri ke kampong halaman. Dan itu Insya Allah bersama restu dari yang maha kuasa. Jika tak direstui, maka itu bukanlah sesuatu yang harus saya sesalkan,” Ujar Zainal mulai meninggi nadanya.
Zainalpun mengingatkan, bahwa kita musti menyadari, apa hakikat berpolitik. Politik itu indah kalau kita menikmatinya dengan dasar pengabdian. Politik itu akan menyakitkan jika berpolitik didasari mutlak kepentingan pribadi dan kelompok,” Tegas Zainal memungkas. (Full).

Komentar Facebook