Woww, KAMPAR PUNYA 20.070 DPT GANDA?

218
 Bangkinang (SANGGAM.info) – Meskipun helatan Pilkada Kampar menghitung jam, berbagai persoalan mendasar masih tersisa. Yakni jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda. Bukan tanggung-tanggung. Jumlahnya mencapai 20.070 item. Tak sampai disitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kampar mengeluarkan 6.806 Surat Keterangan (SUKET) Kependudukan. Hal tersebut dinyatakan salah seorang Komisioner KPU Kampar Dahmizar saat acara Ekspos Kegiatan KPU Kampar kepada pers di Aula KPU Kampar, Senin,13/2/17, Dikatakan Dahmizar, “Persoalan DPT ganda ini disampikan oleh salah satu tim pemenangan Paslon Bupati Kampar kepada kami yang menyebutkan ada DPT ganda sebanyak 20.070. Suratnya tertanggal 10 dan suratnya kami terima tanggal 11,” ujarnya. Dijelaskan Dahmizar, setelah dicek memang DPT ganda itu benar adanya dan KPU Kampar mengelompokkan DPT ganda tersebut kepada tiga kategori. “Pertama K1, itu NIK, nama dan alamat sama. Kedua K2, itu yang sama hanya NIK. Ketiga K3, yang sama hanya namanya saja,” terang Dahmizar. Terkait persoalan tersebut pihak KPU Kampar telah melakukan rapat bersama Panwaslu Kampar dan telah mengambil kebijakan. Pertama bagi yang betul-betul ganda (sama NIK, nama dan alamat, red), hanya boleh mempergunakan satu surat undangan memilih (C6) saja dan kalau C6 tersebut sudah dibagikan 2 lembar untuk satu orang yang sama mesti ditarik kembali. Selain itu pihak KPU Kampar juga telah merekap semua DPT yang ganda tersebut dan nanti akan dibagikan kepada KPPS agar hal ini menjadi perhatian KPPS untuk mencegah terjadinya satu orang mencoblos dua kali, terang Dahmizar. Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Kampar Yatarullah, menyampaikan, Selain persoalan DPT ganda, juga ada persoalan pemilih yang tidak terdaftar di DPT dan tidak punya KTP Elektronik, dapat menggunakan Surat Keterangan Kependudukan yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Kabupaten Kampar dan jumlahnya pertanggal 7 Februari 2017, adalah 6.806 orang. “Data itu berdasarkan keterangan dari Disdukcapil Kampar dan pihak Disdukcapil yang memegang Suket (Surat Keterangan, red), dapat melakukan pencoblosan,” Sebut Yatar. (Full).
Komentar Facebook