Anto DT. Godang Kenegerian Rumbio

Bangkinang (SANGGAM.info) Munculnya organisasi Kemasyarakatan (Ormas) DUBALANG KAMPAR memunculkan pro dan kontra diberbagai elemen masyarakat. Bukan saja hanya dikalangan pemuka adat, namun sampai pada tataran anak – kemenakan bahkan menjadi perbincangan yang ‘panas’. Sehingga pertelagahan tak terelekkan, baik dalam bincang-bincang sesama anggota masyarakat apatah lagi di media massa sampai media sosial.

Sebagai mlangkah awal, untuk mencari titik temu, SANGGAM.info menyusuri keberadaan DUBALANG KAMPAR. Salah seorang yang berhasil ditemui SANGGAM.info adalah Anto Dt. Godang. Di Komplek Perkantoran Bupati Kampar, Sang ajudan Bupati Kampar Ir. H. Jefry Noer, SH inipun menyampaikan unek-uneknya seputar silang pendapat di masyarakat tentang Dubalang Kampar ini agar jangan salah persepsi. Berikut petikan wawancaranya:

SANGGAM.info :
Datuk Anto, Ada muncul organisasi yg menamakan diri “DUBALANG KAMPAR”, didalam struktur Ormas tersebut anda termasuk didalamnya. Nah, seperti apa Dubalang Kampar itu sebenarnya?

Datuok Anto :
Hadirnya dubalang itu tidak terlepas dari kegelisahan-kegelisahan anak kemenakan yang melihat kurang greget dari pada ninikk mamak untuk menyelamatkan aset-aset ulayat yang ada. Selain itu Dubalang Kampar itu hadir karena adanya beberapa ide dari anak kemenakan dari berbagai suku. Namun organisasi Dubalang itu tidak hanya milik orang pribumi. Organisasi Dubalang terbuka untuk semua elemen masyarakat yang ada di Kampar.
Organisasi Kemasyarakatan Dubalang Kampar sedikitpun tidak punya sangkut paut dengan adat. Kalau ada yg bilang kuniong dek kunik sigha dek gincu, itu tidak ada. Ormas Dubalang sama dengan Ormas-ormas lainnya. Tapi untuk menspesifikasikan organisasi ini, bahwasanya organisasi ini lahir dan berada di Kampar.
Dan Dubalang Kampar bercita-cita ingin mengembangkan organisasi ini sampai ke kabupaten lain, maka dispesifikasikanlah namanya dengan nama Dubalang. Nama dubalang itu bukan milik adat secara khusus. Dubalang itu kalau diartikan sebagai kalimat adalah pengawal.

SANGGAM.info:
Kenapa tidak Pengawal Kampar saja nama organisasinya?

Datuok Anto :
Karna ormas ini ingin menspesifikasikan bahwasanya ormas ini lahir, hadir, dan besar di Kampar. Ketika dia berada didaerah lain misalnya Bengkalis, namanya akan menjadi Hulubalang. Jadi istilah yang dipakai dalam organisasipun tidak memakai gelar “datuk”, untuk panglimo itu diberi gelar “panglimo bosau” bukan “datuk panglimo bosau”.

SANGGAM.info:
Tadi datuk mengatakan tidak ada kaitannya dengan adat, tapi dalam struktur ada namanya Pucuk Andiko, bagaimana menurut datuk?

Datuok anto :
Pucuok Andiko itu kalau diibaratkan dalam sebuah organisasi adalah Dewan Pembinanya, kemudian dibawahnya ada Penghulu yang merupakan Dewan Penasehat. Dewan Penasehat didalam Dubalang itu ada beberapa unsur. Ormas Dubalang ini memasukkan unsur Andiko 44 yaitu Pucuok Andiko 44 Datuok Rajo Dubalai yang mungkin telah dikomunikasikan oleh salah seorang Andiko. Seperti saya misalnya termasuk dalam penghulu (Dewan Penasehat) disitu. Kapasitas saya sebagai pucuok adat hanya memberikan berbagai masukan terhadap Organisasi. Organisasi ini fungsinya mengawal pemerintahan, mengkritisi yang tidak baik, dan mengawal program pemerintah yang dianggap baik. Mengawal program yang bagus dan mengkritisi kegiatan pemerintah yang bersifat negatif. Jangan salah persepsi.

SANGGAM.info:
Mampukah Dubalang dalam hal itu? Dan bukankah disini banyak orang pemerintahan (Bupati)?

Datuok Anto :
Jangan diidentifikasikan seperti itu. Sekarang kan banyak orang berfikir kehadiran Dubalang itu adalah sebagai mesin politik, Tidak. Kehadiran Ormas Dubalang Kampar ini adalah untuk mengawal jalannya pemerintahan artinya mengkritisi program yang tidak baik dan mengawal program yang dianggap baik. Sekarang banyak kita lihat ormas abal-abal di Kampar ini yang tidak jelas juntrungannya yang mengkritisi kegiatan pemerintah yang sifatnya sudah menjurus ke fitnah.
Disamping itu banyak LSM yang suka mengancam Dinas-dinas dengan mengatas namakan ini dan itu. Nah ormas ini hadir karena kegelisahan-kegelisahan seperti itu. Dalam kapasitas saya sebagai Ninik Mamak, pun sekarang kita lihat sebagai kapasitas ninik mamak, pernahkah mereka (Ninik mamak lain-red) membicarakan dengan anak kemenakan tentang ulayat yang ada.
Ada agenda besar. Kita sekarang melihat tahun 2019 banyak HGU perusahaan yang akan berakhir. Sekarang transparansi ninik mamak terhadap rekomendasi perpanjangan izin terhadap replanting perusahaan-perusahaan yang telah habis masa HGU nya, kan tidak transparan kepada anak kemenakan. Nah Dubalang akan mengawal ini sehingga sekarang Dubalang telah menginventarisi perusahaan apa saja yang akan berakhir HGU nya.

SANGGAM.info:
Apa yang akan dilakukan Dubalang Kampar dalam hal HGU perusahaan yang akan berakhir?

Datuok Anto :
Kita akan memberikan masukan kepada pemerintah dan memberikan masukan kepada ninik mamak. Jadi Dubalang Kampar ini hadir, tidak mengambil kerja Dubalang yang ada. (memang) Dubalang itu sudah ada, ketika ninik mamak berdiri awalnya, Dubalang sudah ada. Ninik mamak dengan kuasanya, Dubalang dengan kesaktiannya. Dan itu tidak bisa diambil alih. Sudah punyanya Adat itu Dubalang. Namun Organisasi Dubalang Kampar ini tidaklah hadir untuk mengacau adat yang ada di Kampar. Ini penegasan saya. Kita lihat sekarang ini banyak program pemerintah itu yang tidak bagus, Dubalang akan mengkritisi ini. Bukan hanya memberikan opini-opini kepada masyarakat.

SANGGAM.info:
Apakah itu sudah dilakukan?

Datuok Anto :
Kita ini kan masih baru dan belum dilantik, cuman akarnya sudah terbentuk dan artinya kepengurusan dari tingkat kabupaten yang kita bilang ini tingkat pusat. Ketika nanti ada pembentukan di kabupaten lain pusatnya tetap di Kampar. Jadi sudah terbentuk bahkan sudah sampai hingga ketingkat desa. (Datuok Anto melempar Tanya)

SANGGAM.info:
Lembaga Adat Kampar (LAK) akan mengadakan konfirmasi terhadap pemakaian nama dan struktur Dubalang ini, bagaimana menurut Datuk?

Datuok Anto :
Ya, silahkan saja. Kita juga punya hak jawab untuk itu. Kecuali kalau didalam Dubalang Kampar itu kita cantumkan nama adat baru itu salah. Misalnya kita namakan dubalang itu “Dubalang Adat Kampar” maka itu salah. Karena kita menyadari tidak dibawah kekuasaan kaum adat, kita tidak dibawah ninik mamak. Ormas ini adalah ormas biasa. Sekarang kenapa pak Bupati mau menjadi Pucuok andiko, karena dia benar-benar menginginkan ormas ini betul-betul independent. Sekarang kita mencantumkan Jefry Noer sebagai pucuok andiko, bukan Bupatinya, tapi Jefry Noer nya (pribadi beliau).

SANGGAM.info:
Berapa orang anggota Dubalang yang akan dilantik?

Datuok Anto :
Kalau untuk pelantikan dalam waktu dekat ini jumlahnya saya kurang tau pasti. Untuk lebih jelasnya tanya aja langsung ke sekretariat Dubalang. 15.000 mungkin. Jadi yang akan dilantik adalah pengurus Kabupaten, pengurus kecamatan dan desa di wilayah 1 (Bangkinang, Bangkinang kota, XIII Koto kampar, Koto Kampar Hulu, Kuok, dan Salo).

SANGGAM.info:
Berbicara tentang anggota yang sedemikian banyak mencapai 15.000 orang tersebut tentu butuh biaya yang besar. Dari mana dana tersebut?

Datuok Anto :
Kita punya yang namanya uang pangkal. Siapa yang bergabung dengan organisasi ini membayar uang pangkal yang merupakan iuran wajib. Iuran wajib ini jumlahnya Rp 100.000,00. Kemudian ada namanya iuran bulanan. Anggota yang telah menunaikan kewajiban tersebut, baru mendapatkan Kartu Tanda Anggota.
SANGGAM.info:
Ada selentingan kabar mengatakan bahwa Dubalang telah bagi-bagi proyek tahun 2016 ini, apa pendapat anda?

Datuok Anto :
Bagaimana kita mengatakan bagi-bagi proyek sementara sampai hari ini APBD belum berjalan. Kalau orang membuat isu kan biasa saja, wajar-wajar saja. Kenapa, karana kalau ada yang melihat pak Bupati ada disana maka tendensiusnya ke proyek, tapi sebenarnya tidak ada bagi-bagi proyek disitu. Siapa yang mengatakan Dubalang bagi-bagi proyek? Apa pembuktiannya untuk itu. Bicara itu harus ada buktinya.

SANGGAM.info:
Apa harapan anda terhadap Dubalang Kampar ini kedepannya, karena yang akan dihadapi adalah perusahaan-perusahaan besar. Jika tanaman mereka tetap berdiri setelah masa HGU habis. Apa yang akan dilakukan?

Datuok Anto :
Didalam Dubalang itu ada yang namanya Askar. Jadi kita sekarang ini telah melakukan penjajakan-penjajakan kesetiap perusahaan yang ada. Jadi anggota Dubalang itu kita juga berikan peluang pekerjaan. Saya sebagai pucuok adat kenagarian Rumbio yang juga salah satu penghulu di ormas Dubalang Kampar sudah melakukan pendekatan kepada PT. Tasma Puja untuk merekrut askar yang ada di Dubalang Kampar ini untuk menjadi tenaga pengamanan di perusahaan tersebut. Jadi ada tugas masing-masing dan itu tanpa ada pressure dan tanpa tekanan dari pucuok andiko, Tandas Datuok Anto. (Full/Rwhy).

Komentar Facebook