Tak Satu Paku pun Pembangunan P4S Gunakan APBD

3128

BUPATI Kampar Provinsi Riau Jefry Noer mengatakan pembangunan kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ini sekaligus menepis isu yang selama ini berkembang di tengah masyarakat. Saya menekankan tidak ada APBD untuk kegiatan di lahan P4S bahkan satu paku pun,” kata Jefry, Selasa malam.

Berbagai program yang dilaksanakan di atas lahan P4S seluas kurang dari 200 hektare untuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kampar. Salah satunya adalah Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang percontohannya dibangun di atas lahan P4S Kubang Jaya.

“Ini juga merupakan program mandiri tanpa menggunakan APBD,” kata Jefry.

Keberadaan lahan percontohan perkampunan mandiri pangan dan energi tersebut diharapkan dapat ditiru dan dilaksanakan di masing-masing kecamatan dan desa di Kabupaten Kampar, katanya.

Di lokasi P4S tersebut saat ini telah dibangun dua lokasi yaitu untuk lahan seluas 1.000 meter persegi dan 1.500 meter persegi.

Di lokasi di tempatkan sapi, ayam petelor, lele, biogas, biourine untuk pupuk, tanaman-tanaman organik, rumah jamur, gazebo dan saung, serta tanaman obat-obatan.

Ia mengatakan, program ini dibuat secara mandiri oleh pihak P4S, dan ke depan diharapkan dapat dicontoh oleh masing-masing kecamatan dan desa, bahkan telah ada yang menjalankannya.

Direncanakan, lanjut dia, seluruh desa dan kecamatan di Kampar akan direalisasikan hal serupa, sehingga terwujud desa yang swasembada pangan dan energi.

“Saya tegaskan sekali lagi, apapun kegiatan di lahan P4S tidak ada menggunakan APBD seperti isu yang selama ini diterima masyarakat,” katanya. Jefry menjamin apa yang dilakukannya itu adalah demi untuk kemajuan masyarakat menuju “Tri Zero”, tanpa kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

“Nanti untuk pengembangannya hingga ke desa-desa, baru akan ada dana APBD yang disalurkan. Namun semuanya adalah untuk masyarakat mewujudkan kemandirian pangan dan energi,” katanya.*

Team CSR RAPP Studi Banding ke RTMPE

UNTUK mengetahui lebih jelas tentang program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan studi banding ke lokasi percontohan RTMPE yang berada di Kompleks P4S Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu. Rombongan yang dipimpin oleh Sundari Berlian disambut langsung oleh Bupati kampar H Jefry Noer, Jumat (20/11).

Sundari Berlian selaku Ketua rombongan team CSR PT RAPP mengaku sangat terinspirasi saat pertama kali berkunjung di lokasi RTMPE beberapa waktu yang lalu.

Saat ini dirinya mengajak team CSR yang mewakili dari 5 kabupaten binaan PT RAPP, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuansing, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan,dan Kabupaten Meranti.

Dikatakannya, program Ini merupakan konsep yang bagus dlm peningkatan ekonomi masyarakat, karena memadukan beberapa unsur dibidang pertanian, peternakan, perikanan dan di bentuk dalam satu kemasan sehingga nantinya diharapkan dapat diaplikasikan di masing – masing area CSR yang ada di 5 kabupaten binaan perusahaan,karena merupakan program terpadu.

Team yang datang berkunjung sangat mengapresiasi program yang dilakukan oleh Bupati karena dinilai program yang terpadu dan memanfaatkan seluruh aspek yang berada di sekitar kita.

“Kami selaku pelaksana program CSR masih terus belajar. Walaupun sudah 15 tahun berkecimpung di masyarakat dalam memberikan program pembinaan bagi masyarakat. Program rtmpe ini merupakan sebuah perencanaan yang terpadu karena semua aspek yang di dikelola oleh masyarakat dapat menjadi sangat bermanfaat,” ujar Berlian.

Saat mengunjungi lokasi pengelolaan urine sapi di lokasi RTMPE, rombongan mengaku takjub karena justru melihat langsung pemanfaatan limbah kotoran sapi.

Biasanya kotoran sapi terbuang, tetapi di RTMPE dikelola menjadi pupuk urine sapi dan pupuk kandang padat serta cair, bahkan dimanfaatkan menjadi bio gas yang dapat digunakan untuk memasak dan penerangan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak rombongan untuk memberikan motivasi kepada peserta pelatihan. Kepada peserta, Bupati Kampar mengharapkan agar ketika selesai pelatihan dapat melakukan apapun yang dapat dilakukan. Terlebih ada juga peserta pelatihan yang berasal dari kabupaten tetangga yaitu Meranti.

Jefry mengharapkan apapun yang dapat dimulai untuk dilakukan maka segera laksanakan di lahan yang ada, bisa menanam cabe, bawang, memelihara ikan maupun ayam petelur.

“Mulai lakukan hal terkecil apapun yang dapat bapak – bapak lakukan, tanam cabe, bawang, pelihara ikan atau ayam petelur yang penting segera bangun desa,”ujar Bupati.*
KOMANDAN Denpom Letkol Joni Paulus Jhohanes Palopesi disambut Bupati Jefry Noer di kawasan P4S Karya Nyata

RTMPE Ini Untuk Percepatan Ekonomi Rakyat

BUPATI Kampar, Riau, H Jefry Noer menjelaskan pihaknya menjalankan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) yang pesertanya merupakan perwakilan orang miskin di tiap desa dan kecamatan yang sudah didata untuk kemudian dididik dan di bekali ilmu bidang pertanian, peternakan dan perikanan.

“Usai diberi ilmu mereka akan di bantu dengan pinjaman modal usaha, tujuannya agar masyarakat miskin tidak keluar uang untuk memulai usaha, nantinya asalkan mau berusaha dan kerja dengan semangat,” kata Jefry Noer, Minggu (15/11).

Jefry ketika itu menyambut kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Zul Evi Astar bersama sekretariat di antaranya Kepala Kantor DPD Perwakilan Riau di Jakarta Achmad Buchori dan Staf DPD RI Prada Parakitry. Mereka dibawa melihat lokasi Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang merupakan program untuk menyasar akhir unit usaha bagi para petani P4S nantinya.

Modalnya, demikian Jefry, yakni kerja keras setelah mendapat ilmu di P4S yang diarahkan praktek kerja nyata ke RTMPE sebagai muara unit usaha bagi petani nantinya untuk bekerja di rumah masing-masing.

Bupati melanjutkan, RTMPE adalah proses percepatan pemulihan ekonomi rakyat. Dimana dengan lahan 1 000 meter saja, sudah mampu masyarakat untuk memelihara enam ekor sapi, ayam petelur sampai 100 ekor, dan juga bisa dipelihara ikan lele kemudian ada pertanian tanaman bawangnya atau tanaman cabai serta rumah jamurnya.

Lebih jauh Jefry menjabarkan, ada juga lahan pertanian yang bisa di tanami bawang dengan modal 50 kg bibit mampu memberi panen sampai 400 sampai 500 kg, itu dengan luasan lahan hanya 400 meter saja.

Kemudian peternakan sapi di RTMPE yang jadi prioritas penghasilan dari kotorannya yaitu dari urine sapi kemudian dikelola akan menghasilkan pupuk cair dan sangat bagus untuk tanaman, setelah itu dapat dijual dengan penghasilan sampai jutaan, lalu kotoran padat sapi bias menghasilkan biogas sebagai sumber energy listrik untuk memasak dan energy listrik disamping dapat dijual juga untuk konsumsi sendiri.

Setelah dari kotoran sapinya, sebagai tambahan sekaligus penghasilan menjanjikan yaitu anak sapi, dalam tahun pertama nya anak sapi untuk di kembalikan, semudian setelah tiga tahun ke depan sudah jadi penghasilan sendiri yang tiap tahun dapat 6 ekor sapi anaknya kalau di jual kan sudah mampu membiayai untuk naik haji, ditambah penghasilan ayam dari telur yang tiap hari mampu menghasilkan telur hingga 60 sampai 70 butir, ditambah hasil perikanan dan pertanian,kata Jefry Noer.

Di lahan 1 000 meter saja mampu memberi janji bagi petani dengan penghasilan hingga puluhan juta bahkan dapat menghantarkan menjadi kaya sampai masuk sorga, terannya.

Usai menerangkan satu persatu secara rinci, rombongan diajak Bupati ke lokasi saung beristirahat, di situ Jefry langsung memasakkan rombongan mie instan dengan bahan bakar kompor gas nya didapat dari kotoran padat sapi, yang telah siap diolah hingga menjadi biogas dengan menghasilkan sumber energi istrik untuk memasak dengan kompor gas.

BUPATI Kampar H Jefry Noer saat memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan di depan rombongan CSR.
BUPATI Kampar H Jefry Noer saat memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan di depan rombongan CSR.

Sambil menyantap mie instan, Jefry mengulas tujuan di didirikan RTMPE untuk percepatan memajukan ekonomi masyarakat dengan usaha pertanian, peternakan dan perikanan dengan lahan 1 000 meter.

Kemudian jalankan 5 syarat menjadi kaya dan dapat menghantarkan masuk sorga, dijabarkan Jefry, agar para peserta P4S sepulangnya ke rumah usai Diklat P4S dapat menjalaninya di rumah atau wilayahnya masing-masing, pertama perbanyak ibadah dengan menjadikan 24 jam sehari semalam sebagai sarana ibadah. Kemudian, lanjut dia, memperbanyak sedekah, mencintai pekerjaan, keempatnya disiplin waktu kemudian kelima meninggalkan pekerjaan mubazir.*

Komentar Facebook