SULITNYA MENGHAPUS BISNIS PEREMPUAN MALAM

650

Bangkinang (SANGGAM.info) Keberhasilan Satpol PP dalam menggelar razia café dan warung remang-remang yang menyajikan penjaja seks komersial (PSK), patut diacungkan jempol. Namun langkah-langkah konkrit Satpol PP ini kurang di tanggapi serius oleh dinas instansi terkait.

Ketika SANGGAM.info menanyakan sejauh mana efektifitas razia yang dilakukan Satpol PP ini, Kabid Trantib dan Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Kampar mengeluh.

“Keluhan kami bukan tidak beralasan. Sampai kapanpun razia seperti ini hanya akan bersifat kegiaan rutinitas. Sebab ketika kita razia hari ini terjaring perempuan-perempuan ini, setelah dua kali tertangkap, mereka sepertinya adakan rooling lokasi dengan kawan-kawannya. Itu fenomena yang sering kami hadapi,” Kata Ahmad Zaki ketus.

Sebut Zaki, “Kita pernah mengupayakan cara yang efektif memberantas wanita mala mini dengan membongkar café dan warung esek-esek ini, dengan tidak melupakan aturan yakni diminta kepada Dinas untuk ikut menyetujui pembongkaran café dan warung tersebut, Dinas sebelah (ia menunjuk ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang KPR), enggan membubuhkan paraf surat pembongkaran tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Bupati. Ini kita sayangkan,” Katanya dengan nada kesal.

Melihat teman sejawatnya mulai emosi, Dasril menengahi, “Sudahlah, yang jelas kita laksanakan tugas kita. Soal lainnya tenang pembongkaran café dan warung remang tersebut akan dicarikan solusinya. Karena menurut hemat kami, memang solusinya ya harus di bongkar untuk memberi efek jera, dismping warung dan café tersebut juga dipastikan menyalahi aturan dengan tidak mengantongi Izin mendirikan bangunan (IMB),”

Pungkas Dasril. (Full).

Komentar Facebook