Sisi lain dari Dampak Longsornya Jalan Lingkar,

1467

ADA YANG BISA NIKMATI

Meski berbahaya bagi pengendara roda dua dan empat, ternyata longsornya ruas jalan lingkar Batu Belah-Simp. Panca Salo, ada berkah tersendiri bagi sebagian orang.

Komaruddin misalnya. Sudah lebih dua tahun belakangan ini ia menggeluti mata pencarian baru. Yakni penambang pasir. Ya, pasir yang terbawa arus air hujan deras mengenangi rawa lahan milik induk semangnya. Hingga pria kelahiran 1967 ini, longsor itu dapat memberi nafkah bagi keluarganya.

Kepada SANGGAM.info Komar begitu ia dipanggil, menuturkan dalam sehari ia bias mendapatkan pasir sampai empat kubik per hari. Per kubiknya Rp. 50.000,- Jika saja pasir tersebut laku terjual, maka ia akan berpenghasilan Rp. 100.000,-/hari. Karena dari hasil penjualan, ia bagi dua untuk sang pemilik tanah.

[quote_box_left]Tanah ini kan bukan kita yang punya, jadi hasilnya dibagi dua dengan pemilik lahan,[/quote_box_left]
Ujar Komar menyeka keringat, siang 02/02. lanjut Komar,
[quote_box_left]Ya, cukuplah pak buat menafkahi keluarga,”[/quote_box_left]
Ujarnya senyum, sembari menyebutkan kini dilokasi tersebut tinggal dirinya dan seorang teman lagi menambang pasir.

DSC07957

Sementara ketika SANGGAM.info beranjak menuju Simp. Panca, disini sudah banyak timbunan pasir dipinggir Sungai Bukit Tikar. Sayangnya, kami tidak berhasil menemui penambang lantaran waktu itu tengah hari yang merupakan saat istirahat para penambang. (Full).

Komentar Facebook