Saya Membayar Hutang (Dari Apel Perdana Pj. Bupati Kampar, Syahrial Abdi #1)

2441
Pengarahan Pj. Bupati Kampar Syahrial Abdi
Bangkinang (SANGGAM.info) – Menyadari kompleksitas tugasnya selaku Pj. Bupati Kampar, Syahrial abdi memotifasi aparatur sipil Negara (ASN) pada apel perdana kepemimpinannya. Dihadapan ratusan PNS dan honorer di lingkungan Pemkab. Kampar, pria yang biasa disapa Abdi ini mengajak meningkatkan integritas aparatur dan berkomitmen dalam membangun daerah.
Dalam pidato tanpa konsep tersebut Syahrial Abdi menyadari tugasnya sebagai Pj. Bupati Kmapar amat berat, “Tugas saya sebagai Pejabat Bupati, tidak lama. Tapi dari sekian banyak permasalahan inilah yang paling kompleks, berbatas waktu dan juga harus segera dituntaskan. Oleh karena itu, kemampuan saya secara pribadi sangatlah terbatas tapi system akan menjadi luar biasa kalau bapak dan ibu sekalian mendukung sepenuhnya,” Ujar Syahrial mantan Camat Bangkinang ini.
“Kepentingan yang ada dihadapan bapak ibu sekalian, kepentingan yang ada dalam kertas-kertas kerja saudara, adalah kepentingan masyarakat Kampar. Adalah kepentingan orang yang hari ini masih mengais-ngais rezkinya dari tong-tong sampah. Adalah kepentingan orang-orang yang masih belum punya rumah. Kepentingan orang-orang yang hari ini masih minta sedekah.
“Mari sama-sama kita jaga, tegakkan integritas kita sebagai ASN. Karena integritas tidak hanya tentang hukum, tapi juga hati nurani kita. Ketika kita memandang sesuatu dengan hati yang bersih, maka kita maka kita akan punya pandangan yang sama. Ketika kita memandang sesuatu dengan pandangan yang berbeda, dengan kacamata yang berbeda, apalagi didasari kepentingan yang berbeda maka kita tidak akan pernah melihat bentuk utuh suatu objek,” Katanya lagi.
Diumpamakan Abdi, “Pohon yang kita lihat bersama, rindang, berdaun hijau. Kalau kita pandang dengan kacamata yang berbeda, kita pandang dengan kepentingan yang berbeda, pemikiran yang berbeda, maka kita tidak akan melihat (objek itu) sebagai sebatang pohon. Melainkan kita melihatnya sebagai sebatang kayu api, bisa sebagai alat perusak bahkan sebagai alat untuk pelindung,” kata Abdi beranalog.
Lanjutnya, “Untuk itu terhadap apapun polemik kita dalam bertugas, kembalikan kepada aturan-aturan yang berlaku. Bedah, pahami, diskusikan bersama persoalan-persoalan yang ada dengan singkronisasi aturan-aturan yang ada. Jangan menimbulkan persepsi, terjemahan, menganalisis, menjabarkan hanya dengan otak yang ada didalam kepala kita. Semakin banyak pendapat, kontribusi, bisa kita kerucutkan dan mudah-mudahan itulah yang terbaik,” Pinta Abdi.
Untuk kawan-kawan yang memiliki jabatan, jadikan itu sebagai amanah. Bahwa jabatan itu tidak selamanya. Yakinkan bahwa itu hanya bersifat sementara. Hari ini kita diawasi, kita dipantau, kita didalam rumah kaca, pekerjaan kita bisa diakses oleh orang kapanpun. Sebaghai sahabat dan rekan-rekan saya, mari tingkatkan integritas kita, sebagain orang yang saya percayai dan sebagai orang yang saya yakini, bisa sama-sama membangun Kampar dan berfikir untuk memajukan Kampar ini.
Membayar Hutang
Meski jabatannya sebagai Pj. Bupati Kampar tidak lama, Syahrial Abdi menegaskan bahwa ia ingin membayar hutang. “Saya ingin membayar hutang saya terkait pekerjaan-pekerjaan yang belum bisa diselesaikan, bukan hutang saya pribadi pak, tapi hutang konstitusi. Hutang peraturan, hutang undang-undang, yang harus kita tuntaskan,” Sebut Abdi.
“Apbd perubahan 2016, APBD murni 2017, Organisasi Perangkat Daerah, adalah hutang kita bersama. Jaga kenyamanan di kantor. Jangan buat pusing atasan bapak dan ibu sekalian, berikan mereka kenyamanan, pastikan mereka bekerja dengan orang-orang yang berintegritas. Setidak-tidaknya mulai hari ini.
“Setidak-tidaknya mulai hari ini yakinkan kami bisa percaya dengan bapak dan ibu sekalian untuk bekerja. Kenapa saya sampaikan ini, bukan karena saya tidak percaya. Kadang-kadang bapak orang jujur, kadang bapak orang berintegritas, cuman bapak berada pada system yang korup. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 600 tersangka korupsi. Dan sudah dihukum. Statistic mengatakan 400 adalah Sarjana S2, 60 diantaranya S3. Itu berarti  korupsi tidak memandang siapa. Bukan orang yang tidak mengerti. Tapi ketika system yang dibangun tidak sesuai aturan, maka ada celah untuk melakukan tindak korupsi,” Terang Abdi mengingatkan.
Pada kesempatan yang singkat tersebut, Abdi melarang aparat ASN dalam himbauannya, “Pertama, saya Penjabat Bupati Kampar melarang Pajabat Daerah melakukan perjalanan ke luar daerah kecuali dengan perintah atau seizing saya. Kedua, Kita bekerja 19 hari termasuk sabtu dan minggu, artinya jika pimpinan SKPD bekerja sabtu dan minggu bapak-bapak ibu siap-siaplah untuk menyesuaikan sabtu dan minggu untuk bekerja. Atur irama dan system kerja di SKPD. Demi menyelesaikan tuntas APBD Perubahan 2016 dan APBD murni 2017,” Tegas Abdi.

Syahrial Abdi bincang dengan Asisten I Pemerintahan Setda Kab. Kampar
Syahrial Abdi bincang dengan Asisten I Pemerintahan Setda Kab. Kampar
“Meski waktu kita hanya dalam hitungan belasan hari, saya yakin dengan kinerja dan komitmen segenap aparatur pemda Kampar. Maksud dan kerja kita dapat dituntaskan. Pahami aturan-aturan penyelenggaraan keuangan dan asset. Berikut kompetensi untuk hal tersebut ditingkatkan,” Pinta Syahrial Abdi. (Full).
Komentar Facebook