Satuan Polisi Pamong Praja

113
c
Bangkinang (SANGGAM.info) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar menjanjikan kenyamanan umat Muslin selama Ramadhan. Berbagai upaya pemberantasan Penyakit masyarakat (Pekat) sedang gencar-gencarnya dilakukan. Terutama memasuki bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah / 2017 ini.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Kampar Muhammad Jamil, S.Sos kepada SANGGAM.info di Bangkinang 27/04/2017 di ruang kerjanya. Dikatakan  Jamil, dalam beberapa bulan ini pihaknya telah melakukan berbagai razia Pekat dibeberapa titik rawan, “Kita terus mengupayakan memberikan pelayanan kepada masyarakat akan penyakit masyarakat.  Dan kita setakat ini telah gelar beberapa kali razia, dan menjaring berbagai bentuk penyakit masyarakat,” Sebut Jamil.
Pria berkacamata ini mengatakan, “Hanya saja, kita juga menghimbau kepada masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pemberantasan pekat ini. Tidak hanya bisa oleh Satpol PP saja bersama Polisi dan TNI yang juga bagian dari Tim Yustisi. Peran masyarakat amat menentukan,” Kata Jamil yang didampingi Kabid Trantib Ahmad Zaki dan Elfauzan, Kabid Penegakan Perda Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar.
Dipaparkan Ahmad  Zaki, “Setakat ini kita sudah berhasil menjaring 19 Perempuan pada café remang di Tapung Hilir, 14 orang dari Rantau Kampar Kiri, 5 orang dari warung sekitar Kelok Indah. Disamping itu, anak Pank juga kena razia sebanyak 7 orang. Anak Punk ini juga merupakan bagaian dari penyakit masyarakat,” Kata Zaki.
Sementara itu Elfauzan menambahkan bahwa efeki jera yang selama ini kita harapkan terjadi pada perempuan-perempuan yang menurut mereka adalah penjaga café atau warung remang, tidak berjalan efektif.  Saya pikir Perda denda dan kurungan itu harus direvisi ulang. Hukuman yang dijatuhkan harus lebih berat. Sebab, selama ini bagi mereka itu hanya dikenakan denda sebesar Rp. 250 ribu atau kurungan selama enam hari,” Ujar Elfauzan.
Diantara kedua alternative hukuman itu tadi, mereka cenderung memilih yang pertama, yakni denda sebesar Rp. 250 ribu. Ini tidak efektif, mohon maaf Ndan,” Ujar Elfauzan sembari mohon ijin komentar seperti itu kepada Muhammad Jamil.
H. Muhammad Jamil pun menegaskan bahwa Satpol PP Kabupaten Kmapar akan berusaha semaksimalkan mmeberikan kenyamanan bagi umat Muslim di bulan Ramadhan nanti. Dan saya juga tegaskan jika ada anggota Satpol PP yang ikut bermain atau membacking café atau warung remang yang meresahkan, dimana saja dan apa saja jabatannya, silahkan laporkan kepada kami. Akan diberikan sanksi yang tegas terhadap mereka,” Ujar jamil mengakhiri. (Full).
Komentar Facebook