SA, Bersyukur Kampar ‘Sakit’

223
Bangkinang (SANGGAM.info) – Beberapa jam setelah pelantikannya sebagai Pejabat Bupati Kampar, Syahrial Abdi segera mengadakan pertemuan dengan DPRD Kabupaten Kampar. Dalam pertemuan itu lima hal pokok itu adalah APBD Perubahan 2016, APBD Murni 2017, Ranperda Organisasi Perangkat Daerah, PNS yang dimutasi tanpa adanya penyebab yang jelas dan terakhir adalah Persoalan kepala desa yang dinon aktifkan oleh Bupati Kampar sebelumnya.
Hal itu dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Kampar H. Syahrul Aidi, untuk poin ke empat tadi, mencontohkan kasus mutasi tanpa adanya kejelasan itu adalah istri Repol, S.Ag, dan Istri Agus Chandra yang keduanya adalah Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar. Termasuk guru yang menyambut anggota dewan di terantang tempo hari,” Terang Syahrul.
Untuk memastikan hal tersebut SANGGAM.info mencoba konfirmasi langsung dengan PJ. Bupati Kampar Syahrial Abdi. Selasa malam, 13/12/2016, Usai rapat ‘kebut’ dengan para Camat, disambut Rapat dengan anggota DPRD Kampar yang sudah ‘antri’ waktu, sang Pj. Bupati Kampar Syahrial Abdi membenarkan pertemuan tersebut.
Pejabat Bupati Kampar yang dilantik pada 11 desember 2016 lalu mengatakan, “Agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut benar seperti yang disampaikan itu. Prinsipnya perintah yang disampaikan kepada saya selaku Pj. Bupati Kampar adalah agar melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik. Dalam tata kelola yang baik itu ada aspek pengelolaan keuangan, aspek pengelolaan pemerintahan, ada aspek pengelolaan rencana pembangunan. Semua itu kita sentuh di DPRD sebagai lembaga legislasi,” kata Syahrial Abdi.
Dikatakan Abdi, “Harapan kami, harapan kami, dengan kondisi seperti sekarang ini, saya mengambil langkah-langkah cepat, usai apel pagi tadi rapat dengan seluruh SKPD, termasuk barusan mengumpulkan para camat untuk mendengar keluhan mereka. Keluhan lho, ya. Bukan berita menyenangkan yang saya butuhkan. Saya ingin tahu  apa yang menjadi kendala di lapangan,” Kata Abdi, menyebutkan bahwa Mobil dinas yang tidak pada peruntukkannya akan ditarik.
“Untuk tercapainya realisasi pembahasan anggaran untuk APBD Perubahan, saya melarang kepala SKPD untuk keluar kota. Kita tuntaskan ini dulu dalam hitungan belasan hari ini. Dari beberapa pertemuan yang saya sebutkan tadi, semua punya semangat yang sama, bahwa kita mengembalikan koridor dan ketentuan yang berlaku,” Papar Abdi.
Dengan tidak perlu menyalahkan masa lalu, dan saya katakana, kalau mau melihat ke belakang pakai spion saja, jangan menoleh. Dan saya bersyukur Kampar ditinggalkan Jefryu Noer dalam kondisi ‘sakit’.
“Saya bersyukur, berarti saya ada kerja. Kalau mulus-mulus saja buata apa, tak ada tantangan dan tak ada kerja. Namun demikian, saya menyadari tidak bisa bekerja sendirian, dan saya butuh dukungan semua kitra. Awalnya DPRD, pak Sekda, kemudian seluruh PNS, semua Kepala SKPD dan masyarakat juga,” Imbuh Abdi lulusan IPDN ini.
Saya butuh informasi yang benar, valid, bisa dipertanggung jawabkan dan informasi yang sudah diolah SKPD sesuai kompetensinya. Dan berbekal ini kami dapat membuat keputusan yang benar. Dan sepanjang empat point tadi tidak terpenuhi, berarti saya akan membuat keputusan yang tidak sempurna. Inilah yang saya tekankan kepada kawan-kawan birokrat,” Ujar Syahrial Abdi mengatakan bahwa dirinya tak mau diajak bicara politik, cukup bicara tata kelola pemerintahan.
Dalam kaca mata Syahrial Abdi, meski APBD Kabupaten Kmapar defisit sebanyak Rp. 200 miliar, namun dengan komunikasi intens dengan DPRD Kampar, para pimpinan SKPD defisit itu Insya Allah menuju balance. Dan semua punya komitmen, kita berusaha menyembuhkan yang ‘sakit’. Mendiagnosa yang sakit, agar kita sama-sama sehat,” Papar Syahrial Abdi menegaskan. (Full/Dyat).
 
Komentar Facebook