RTMPE Bukan Program yang Melangit Tapi Membumi

2523
BUPATI Kampar H Jefry Noer saat menyemangati para peserta

BUPATI Kampar Provinsi Riau, Jefry Noer menyatakan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) bukan merupakan program yang melangit, melainkan membumi sehingga akan membuat masyarakat miskin menjadi kaya raya.

Jefry Noer mengatakan itu saat di kawasan lahan percontohan RTMPE Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, panen bawang merah lagi untuk pembibitan. “Ini merupakan panen kesekian kali dilahan RTMPE ini, kali ini bawang yang diurus pak Ondang yang kita panen,” kata Bupati Kampar H Jefry Noer.

Pada panen kali ini banyak tamu yang hadir untuk ikut memanen, mulai dari Pimpinan Ponpes Ibnu Al Mubarok Palas Pekanbaru beserta santrinya, investor dari Jepang, peserta pelatihan calon Kepala Sekolah dan Siswa/ i SMP As Shoffa Pekanbaru yang kebetulan juga sedang melaksanakan kegiatan di Kubang Jaya.

Kepala Dinas Pertanian Kampar Hendri Dunan mengatakan, dilahan 220 meter persegi milik pak Ondang ini ditanami dengan benih 25 kg, dengan hasil panen keseluruhan mencapai 448 kg dengan masa tanam selama 55 hari.

Selanjutnya, Bupati Jefry Noer mengatakan kepada tamu yang hadir bahwa dari hasil panen bawang merah tadi mencapai 448 kg dengan benih 25 kg. “Nanti akan kita gunakan lagi untuk bibit berkelanjutan,” katanya.

Selanjutnya, Jefry menjelaskan program RTMPE ini merupakan program untuk mewujudkan kemandirian pangan yang dijalankan Pemkab Kampar tahun ini. Selain pengelolaan limbah sapi menjadi biourine dan pupuk cair serta pupuk berat, pada lahan seluas 1.000-1.500 meter persegi itu juga memelihara ayam petelur, budidaya ikan lele serta tanaman sayuran seperti cabai keriting dan bawang merah.

Bupati Kampar H Jefry Noer bersama para siswa
Bupati Kampar H Jefry Noer bersama para siswa

Selain bawang merah hasilnya yang cukup menjanjikan, dikawan lahan RTMPE ini masyarakat juga diajarkan untuk menanam cabai merah dengan hasil yang juga menjanjikan.

“Belum lagi hasil kotoran sapi seperti biourine, pupuk cair dan pupuk padat yang nilainya juga sangat dahsyat, bisa mencapai Rp10 juta . Ditambah lagi hasil telur dari 100 ekor ayam alphu dan daging ayam yang juga sangat menjanjikan,” kata Jefry.

Jefry juga berharap, kalau bisa nantinya guru-guru juga bisa menerapkan ekstrakurikuler disekolah tentang bagaimana caranya berentrepreneurship.Buat juga RTMPE di sekolahnya, buatkan kelompok untuk anak-anak.

“Hasil RTMPE itu nantinya, pulangkan modalnya, sebahagian untuk sekolah dan sisanya untuk anak-anak, saya buat program RTMPE ini bukan melangit tetapi membumi,” ucap Jefry.

Dari kecil menurut dia sebaiknya dididik anak-anak menjadi entrepreneurship, supaya di Kampar ini nantinya banyak yang memiliki jiwa entrepreneurship, jangan nanti yang diharapkan tamat sekolah anak-anak cuma jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kalau pun tetap jadi PNS tetapi sudah memiliki jiwa entrepreneurship. Kan tidak dia yang harus turun lansung, kan bisa gaji orang untuk mengerjakanya karena sudah punya ilmu,” katanya. *

Yang Tidak Serius Ikuti Pelatihan, Pulang Saja

BUPATI Kampar, Riau, Jefry Noer menekankan kepada seluruh peserta pelatihan P4S Karya Nyata untuk serius mengikuti pelatihan, karena apa yang dipelajari adalah jalan untuk mengubah nasib dari miskin menjadi kaya, jadi kalau tidak serius mengikuti program ini, silahkan pulang saja Begitu dikatakannya saat memberi motivasi kepada peserta P4S Karya Nyata yang dilaksanakan di lokasi pertanian terpadu Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

Jefry Noer menambahkan, keseriusan dan disiplin adalah modal utama untuk menjadi orang yang sukses, bila semua itu tidak ada, maka jangan berharap bapak-bapak disini bisa merubah nasib menjadi lebih baik lagi.

“Percuma bapak mengikuti pelatihan ini kalau niatnya cuma untuk main-main saja dan hasilnya cuma nol besar, kasihan anak isteri yang ditinggalkan dirumah, sementara pulang tidak membawa ilmu apa-apa,” ujar Jefry.

Pada kesempatan tersebut, Jefry meminta kepada instruktur untuk mendata kembali alumni yang memiliki lahan 1.000 meter di sekitar rumahnya, agar bisa langsung mengajukan permohonan KKPE ke Bank Riau Kepri, agar apa yang mereka pelajari selama ini tidak sia-sia dan program RTMPE tersebut, bisa langsung diaplikasikan.*
Pelajar Bertanam Bawang Harus Diberi Motivasi
BUPATI Kampar H.Jefry Noer, dan Investor dari Jepang saat berada dilokasi panen bawang merah di lahan RTMPE Kubang Jaya

SEJUMLAH pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kampar jurusan Pertanian belajar menanam bawang merah di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Desa Kubang Jaya, Siak Hulu.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan itu, Bupati Kampar H Jefry Noer memberi motivasi kepada para anak didik tersebut yang bertujuan agar dalam penggarapan lahan pertanian berjalan baik sebagai bekal masa depan.

“Jadikan sekolah kalian sebagai sekolah percontohan untuk itu harus serius berlatih agar berhasil, setelah itu terapkan di sekolah dan rumah masing-masing, kan dapat membantu ekonomi keluarga nantinya,” kata Jefry.

Bupati menjelaskan pulang dari pendidikan dan latihan di P4S Karya Nyata, peserta didik harus dapat membuat contoh di sekolah seperti ini, juga di kampung minimal untuk di rumah.

Kalangan pelajar itu diberikan motovasi saat langsung terjun ke lapangan, meyangkul lahan yang digarap untuk menanam bawang merah.

Bupati Kampar juga mengatakan nantinya akan menghubungi Camat sehingga siswa yang sudah dilatih ini dicarikan lahan sebagai percontohan bagi siswa lainnya.

“Anak-anak kita ini harus diberikan motivasi sehingga mereka dapat membuktikan hasil dari magang di pelatihan P4S serta dapat sebagai contoh teman-teman mereka,” katanya.

Rencananya, sejumlah pelajar SMK 3 jurusan pertanian ini dididik dan dilatih selama 3 bulan di P4S bahkan mereka langsung mempraktekkan bagaimana cara bertani khususnya bawang merah, beternak sapi dan ayam serta budidaya ikan.

“Selepas itu nantinya mereka akan mempraktekkan di sekolah dan di rumah sebagai bukti keberhasilan mereka dalam menimba ilmu di sini,” kata bupati.

STAF Keprotokolan Istana Negara Republik Indonesia panen jamur Tiram saat mengunjungi Lahan Percontohan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan energi

Komentar Facebook