Refleksi 65 tahun Kabupaten Kampar

2485

* CATATAN ANTON (KETUA HMOK)
* MINTA PEMIMPIN INTROSPEKSI

Enam puluh lima tahun sudah Kabupaten Kampar. Usia yang sudah cukup matang untuk membawa negeri Serambi Mekkahnya Riau ini kepada kemajuan. Kesejahteraan masyarakat harusnya sudah membaik, tingkat pendidikan masyarakat, ekonomi, kesehatan harusnya sudah tertata sedemkian rupa.

Namun nyataanya hal itu sepertinya tidak menjadi prioritas bagi pemerintah Kabupaten Kampar saat ini. Begitu Ketua Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) Pekanbaru Anton kepada SANGGAM. Info minggu, 01/02 di Salo Bangkinang. Menurutnya, “Ini normative. Bukan sekedar komentar belaka. Banyak pihakpun harusnya menyadari hal itu selanjutnya membawa permasalahan itu untuk dicarikan solusi.

Kata Anton, “Nyatanya tidak, seolah-olah banyak pihak, terlebih DPRD Kampar terkesan diam bahkan terkesan ikut bersubahat membiarkan keterpurukan demi keterpurukan di Kampar terus terjadi, harusnya kan tiga fungsi pokok DPRD itu harus terbukti,” Kata Anton berapi-api.

Kalangan mahasiswapun sebagaian besar lebih memilih sebagai kaum oportunis, tak berani memberikan kontribusi positif pada pemerintah Kabupaten Kampar yang hari ni arah kebijakan dan pembangunan tidaklah berpihak kepada rakyat. Meski slogan atau jargon utama Jefry Noer sebagai Bupati Kampar adalah menzerokan tiga hal. Namun nyatanya bukannya zero yang timbul, malah banyak bermunculan zorro-zorro di Kampar,

yang berujung pada ketidak percayaan masyarakat pada pemerintah dalam hal ini Jefry Noer,” Ucap Anton lagi.

Kita sudah rindu dengan Kampar yang aman, tenteram dan rakyatnya rukun. Tidak seperti yang terjadi sekarang, para pedagang dibeberapa tempat menjerit, akibat digusur pemerintah Kampar. Ekonomi yang memburuk akibat harga kebutuhan pokok melambung, sementara hasil petanian diberbagai sektor mengalami penurunan harga. Karet dan sawit misalnya, lanjutnya.

Para pejabatpun sering ketakuan, karena sibuk bertanya-tanya kapan jabatan saya ini lepas? Lantaran Mutasi amat sering terjadi di lingkungan pemda Kabupaten Kampar. Hingga ketidak nyamanan dalam bekerja sampai pada jajaran staf terjadi.

Sayapun tak usah menyebut satu persatu apa-apa yang menimbulkan ketidak puasan berbau ketidak percayaan masyarakat terhadap pemimpin. Cukuplah pemimpin tersebut yang mesti harusnya introspeksi. Sudah sejauh mana ia membawa Kampar pada perubahan kea rah yang baik.

Pun kepada DPRD sebagai lembaga kontrol, anggaran dan legislasi, harusnya mampu menunjukkan kinerja positif dan maksimal. Pun tokoh-tokoh masyarakat terkesan diam. Ini dua menambah pertanyaan, ada apa? Apakah sudah terjadi pembiaran kehancuran negeri Kampar? Apakah semua sudah pasrah? Maka bagi saya, agama saya mengajarkan ‘Jika engkau melihat sebuah kemungkaran maka gunakan tanganmu, jika tak mampu maka tegur, jika tak mampu juga berdoalah kepada Allah SWT. Itupun nemunjukkan selemah-lemahnya iman,” Kata Anton.

Apa yang saya katakan ini adalah bukti bahwa saya cinta Kampar, selamat Ultah Kabupaten Kampar ke 65, semoga hari-hari esok lebih baik bagi kita,” Anton memungkas kata. (Full).

Komentar Facebook