Pengusaha Johanes Minta ‘Ampun’

2771

Belum genap enam bulan DPRD Kampar dilantik, sejumlah anggotanya diterpa kabar tak sedap. Ketua Komisi I dan dua orang anggotanya minta ‘Roti’ kepada Pengusaha Perkebunan Sawit. Hal tersebut ketiga anggota Komisi I DPRD Kampar tersebut adalah, Toni Hidayat, Ansar, dan Emi yang lagi umroh. Berita itupun tersiar luas di media online Riau.

Kehebohan kabar tersebut membuat pengusaha Yohanes mengambil inisiatif untuk mendatangi markas para wakil rakyat Kampar. Maksud kedatangannya Senen, 16/02 tersebut mengklarifikasi pemberitaan. [quote_box_left]“Belum dipanggil sudah datang sendiri,”[/quote_box_left] Ujar salah seorang anggota DPRD Komisi I tersebut.

Dalam pertemuan yang tidaklah lama tersebut, pen

DSC08193gusaha Yohanes dengan nada pelan terkesan memelas meminta ‘ampun’ pada Komisi I DPRD Kampar. “Pak Ketua, pemberitaan di media tersebut tidaklah seluruhnya benar, untuk itu kami minta maaf,” Ujar Yohanes yang kemudian berdiri seraya membungkuk.

Anggota Komisi I DPRD Kampar tersebut duduk terdiam. Hanya Triska Felly yang membalas hormat membungkuk bak tradisi orang-orang Jepang memberi hormat tersebut. Pun permintaan maaf tersebut berkabul. Toni Hidayat mengabulkan permintaan maaf.

Kenapa Yohanes Minta Maaf? Seperti dilansir RiauOne dan berita intermezo. Untuk sekedar diketahui, beritanya seperti ini: Pekanbaru(beritaintermezo)-Perusahaan perkebunan di Kabupaten kampar PT Yohanes menyebutkan tiga nama anggota DPRD Kampar yaitu Toni Hidayat (ketua Komisi I), Ansor (Sekretaris Komisi I) dan Emi (Bendahara Komisi I) meminta “Roti” alias uang kepada perusahaan yang berlokasi di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu. Permintaan tersebut dilakukan terhadap perusahaan seminggu sebelum dilakukan hearing antara DPRD Kampar dengan PT Yohanes.

Hal ini dikatakan Silitonga Karyawan perusahaan perkebunan Yohanes.  Silitonga menceritakan kepada Intermezo Rabu (11/2) di kantornya di Jl Soebrantas Pekanbaru bahwa pertemuannya pertama kali dengan ketiga orang  anggota DPRD Kampar ini disalah satu rumah makan di Pekanbaru. DPRD Kampar dalam hal ini komisi I terlebih dahulu menyurati perusahaan. Lalu pada surat tersebut terdapat nomor Handphone salah seorang anggota Komisi I yaitu M. Ansor untuk dihubungi.

“Berdasarkan surat yang dikirim kita diminta untuk menghubungi Ansor. lalu, saya mencoba menghubunginya. ketika saya menghubungi mereka meminta untuk bertemu nah, Seminggu sebelum Hearing dilaksanakan di DPRD Kampar terjadilah pertemuan itu disana sudah menunggu Toni Hidayat, Ansor dan ibu Emi, “ungkap Silitonga.

Silitonga juga mengatakan dari pertemuan itu Toni Hidayat mengaku telah bekerja di Pers selama 20 tahun. “Saya sudah bekerja selama 20 tahun di Pers,” ungkap Silitonga menirukan ungkapan Toni Hidayat yang tidak tau apa maksudnya.

Setelah pertemuan itu kata Silitonga, Toni dan Ansor pergi dan menyerahkan melanjutkan pembicaraan dengan Emi. “Setelah itu Toni dan Ansor pergi dan percakapan pada pertemuan itu diserahkan  kepada ibu Emi. ibu Emi inilah yang menyampaikan kepada saya tentang permintaan roti itu. Namun permintaan roti yang disampaikan ibu Emi tidak langsung kami indahkan,” kata Silitonga.

Sementara itu konfirmasi yang dilakukan kepada Toni Hidayat membantah apa yang dikatakan pihak perusahaan Yohanes “ini fitnah apa dia punya bukti, saya meminta dia harus klarifikasi karena sudah mencemarkan nama baik orang. bagaimana kami meminta uang sementara kawan wartawan tahu kami serius. inikan kontradiksi,” kata Toni.

Sementara itu M Ansor belum berhasil dikonfirmasi sampai berita ini diterbitkan. Ditelepon melalui nomor hp Ansor  081268007xxx  tidak dijawab. Begitu juga sms yang dikirim tidak dibalas.(tim).  Sumber Berita: www.beritaintermezo.com & RiauOne. (Full).

Komentar Facebook