Nurhasnah, SE Mulai Suka Batu yang Besar

655

Jika selama ini batu akik akrab dikalangan lelaki, sekarang dengan trendnya batu akik di berbagai daerah, membuat gerah kaum hawa. Dalam pantauan SANGGM.info, dibanyak tempat asah batu akik di sekitar Bangkinang, pelanggannya sudah banyak dari kaum ibu. Meraka bersedia antri nunggu batu yang diasahkan selama berjam-jam. Wuiiihh…

Seakan kena virus, begitu juga  dengan Nurhasnah, bendahara STIE Bangkinang. Wanita 30 tahun ini kian menyukai batu akik. Dan koleksinya sudah mulai kebanyakan. “Untuk hari ini saya bawa batu akik Raflesia dan batu Pecah seribu,” Kata wanita yang mudah diajak bicara ini.

Ketika ditanya batu Kampar koleksinya, Ana biasa ia disapa menyebutkan juga punya. “Saya juga punya batu Kampar, masa kita nggak punya, kan batu Kampar juga nggak kalah saing dengan daerah-daerah lainnya,” Ujar Ana serius.

Menyoal kegemarannya, Ana menyebutkan jika dulu kebanyakan wanita hanya mengkoleksi batu-batu kecil-kecil, sekarang kebanyakan kami sudah tak mau ketinggalan dengan kaum bapak-bapak yang cincinnya besar-besar. Tapi nggak sebesar itu kali lah ya,” Ujar Nurhasnah menunjuk cincin di jemari SANGGAM.info,  sembari memperlihatkan jemarinya yang menyalip dua batu akik agak besar.

Adapun mengharapkan para pecinta seni batu akik, untuk terus mempromosikan keindahan batu akik Kmapar khususnya yang di Kuok, dan menimpali bahwa daerah lain tak kalah bagus batunya, hanya saja belum tereksplorasi dengan baik, sehingga batu tersebut kurang diminati, Ujarnya menyebut daerah lain yang punya potensi batu akik lainnya adalah Kampar Kiri yang kontur wilayahnya perbukitan. Betul tuch, kak Ana! (Full).

 

Komentar Facebook
BAGIKAN
Artikel SebelumnyaKuok Bakal Gelar Kontes Batu
Artike BerikutnyaMancing Mania