Lokasi Perburuan Batu Akik Lengang

80
c
            Kuok (SANGGAM.info) Musim batu akik memang habis. Tapi siapa bilang pencinta batu akik juga habis. Nyatanya, beberapa para pecinta Batu Akik di Kabupaten Kampar, khusunya sekitar Bangkinang masih menginginkan perburuan batu akik.
            Batu akik yang diperburukaan itu adalah tentunya batu akik khas Kuok tepatnya di Sungai Maniok, Sungai Durian dan Rantau Berangin, Desa Merangin Kecamatan Kuok. Seperti halnya hari ini, 31/05/2017, SANGGAM.info diajak beberapa kawan-kawan berburu akik. Lokasi yang dituju adalah Sungai Maniok Desa Bukit Melintang, Kuok.
            Jika sebelumnya, selepas Lokasi Pesantren Milik Keluarga H. Eka Demi Yusra itu berjubel sepeda motor para pencari Batu akik, tidak dengan hari ini. Lengang. Pun begitu diareal parkiran sepeda motor, yang tersisa hanya sebuah pondok bekas petugas parker yang biasanya menampung ratusan sepeda motor. Rekan-rekan pencari batupun, heran.
            Di depan parkiran sungai Maniok terbentang. Kali ini airnya jernih, kontras dengan pemandangan musim batu akik 2014 sampai 2015 akhir lalu, dimana sungai inji tidak pernah jernih oleh aksi tambang batu akik. Kamipun menyusuri sungai itu. Tumpukan batu-batu yang sudah berlumut itu sudah susah menandai batu akik dengan koral.
            Namun dengan keahliannya, Reni Wahyuni berhasil menggondol beberapa bongkahan sekepalan tangan. Yapp, ia berhasil dapatkan Lumut Merah. Begitu juga dengan Acin. Mantan juragan batu akik Kuok ini mendapatkan batu yang bisas disebut Batu Sulaiman. Kegirangan menghinggapi kami.
            “Batu ini serasa kita tinggal ambil saja di sungai ini,” Ujar Dayat sang Redpel di SANGGAM.info. ini mungkin karena beberapa kali hujan deras, sehingga gerusan air mengikis pinggiran tebing sungai yang membawa batu-batu akik ini,” Sebut empunya nama Hidayatullah.
            Selesai istirahat siang, maklum bulan ramadhan, Acara perburuan batu akiknya lanjutkan untuk 30 menit berikutnya. Alhasil, seperti kebiasaan para pemburu batu akik, saling pertontonkan, saling cemeeh dan panas-panasinpun berlangsung. Rombongan kecil pemburu akik khas Kuok pun berencana kembali di hari yang akan datang. (RWhy)
Komentar Facebook