LAPAS BANGKINANG, 889 NAPI DENGAN 5 PENJAGA  

129
Bangkinang (SANGGAM.info) Kelebihan penghuni. Itulah kata-kata yang cocok untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangkinang. Lapas kelas 2/b ini mempunyai kapasitas tampung Narapidana hanya 224 orang. Sementara jumlah penghuni Lapas saat ini mencapai 889 Napi.
Hal itu diungkapkan Kepala Lapas Bangkinang Maman Herwaman, Bc.IP, S.Sos melalui Kepala Keamanan Lapas Rindra Warnana Kepada SANGGAM.info dan DerapZone.com di Cadika Bangkinang, 01/06/2017. Diungkap Rindra, meski jumlah penghuni lapas Bangkinang over kapasitas, pihaknya mengaku berupaya maksimal dalam penanganan keamanan Lapas dengan bantuan dari Polres Kampar yang sering  meninjau kondisi Lapas,” Sebutnya.
Lapas Bangkinang dengan jumlah tahanan perempuannya 39 orang tersebut selama Ramadhan aktif mendatangkan ustad pembicara untuk memberikan siraman rohani kepada para napi. Hal ini dipandang perlu untuk memberikan motivasi serta siraman rohani ini dapat lebih membuat tentram napi. Jika tak datang ustadnya, ya kita menyarankan agar para napi yang maju ke depan untuk memberikan tausiah agama, ditarawehan itu,” Kata Pria yang baru empat bulan bertugas di Lapas Bangkinang.
Rindra yang sebelumnya bekerja di Lapas kelas 1 Porong, Surabaya ini menyatakan, meski program pelatihan ketrerampilan napi belum maksimal, kita juga melakukan pendekatan  persuasive kepada napi. Kita sering mendengarkan keluhan, berkomunikasi yang baik, meski keluhan mereka tidakm juga bisa kita penuhi, setidaknya kita peduli dengan mereka. Syukur juga, bahwa para penghuni lapas Bangkinang ternyata dapat menegakkan aturan di lapas yang ketat,” Tambahnya.
Terkait pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahirnya Pancasila yang dicanangkan 1 Juni oleh Pemerintahan Jokowi, Rindra mengatakan bahwa tadi kita laksanakan upacara peringatan Lahirnya Pancasila, dan kita mengadakan lomba nyanyi kecil-kecilan, berupa paduan suara. Nyanyian itu adalah lagu-lagu nasional.
“Yang jelas dengan peringatan hari lahirnya Pancasila ini kita kembali mengajak penghuni Lapas untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila. Namun yang utama tetap Agama, sebab Pancasila banyak mengadopsi nilai-nilai agama. ‘Atiullaha waatiurrasul, waulilamriminkum,” Kata Windra berurai senyum. (Full)
Komentar Facebook