KPU WANTI-WANTI PARA BALON BUPATI DAN WAKIL

4177

Bangkinang (SANGGAM.info) Kampar kebanjiran Baleho dan Spanduk serta Banner. Kebanyakan dari baleho dan banner tersebut memajang foto-foto para peminat Karsi Kampar 1 dan Kampar 2. hal itu menunjukkan animo para bakal calon untuk mengikuti ajang pemilukada Kampar 2017 yang akan datang. Terhadap tingginya minat para tokoh untuk menjadi Kampar 1 dan Kampar 2, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar merasa perlu mengingatkan para bakal calon. Wanti-wanti dari KPU tersebut disampaikan Ketua KPU Kampar Yatarullah, M.Hum. menurutnya Pemilukada Kampar memang masih tergolong lama, namun poster, Baleho, dan banner terpajang banyak. Dan ini memang kita prediksi calon Bupati dan wakil lebih dari tiga pasang calon. Karena incumbent tidak ikut lagi bertarung. Ini menimbulkan asumsi bahwa semua orang merasa punya peluang dan kesempatan untuk menjadi bupati dan wakil bupati.

“Terhadap hal itu, kita KPU mempersilahakan saja kepada para tokoh untuk mensosialisasikan diri sepanjang tidak bertentangan dengan aturan-aturan yang berlaku. KPU membuka ruang sebesar-besarnya kepada mereka untuk menjadi oang nomor 1 dan 2. jalurnya ka nada dua, jalur partai dan jalur independent,” Sebut Yatar lagi. Lanjutnya, “Namun demikian pengalaman di Sembilan kabupaten yang telah memulai tahapan pemilukada, khususnya pelalawan, ada satu pasangan yang merasa kecewa, kedepannya

Kampar tidak adanya kejadian serupa. Artinya persyaratan untuk semua bakal calon bupati dan wakil bupati sebelum mendaftarkan diri itu ya harus konflit, agar nantinya tidak terganjal, terutama tentang status kepengurusan partai politik yang ada dualismenya,” Kata Yatar tenang. Ujar Yatar lagi, “Sehubungan dengan cukup lamanya pelaksanaan pemilukada di Kampar, persoalan dualisme partai ini sudah kelar. Hingga tidak ada lagi persoalan tentang itu. Itu soal jalur partai politik, untuk jalur independent atau jalur perseorangan, memang jangan seperti peristiwa 2011, dimana calon perseorangan itu mencari KTP barulah mencari dukungan. Mestinya carilah dulu dukungan kemudian menyusul carilah KTP. Kita wanti-wanti sekali hal ini. Karena hal itu terlihat sepele, namun menentukan sekali,” Yatarullah berurai tawa.

“Dalam peraturan KPU tersebut calon perseorangan itu mencalonkan diri dengan cara mencari dukungan dalam bentk copyan KTP. Jangan dibalik, kalau ktp yang dicari dahulu, baru dukungan, disinilah kasus pada pemiukada 2011 terjadi. Ktp diberikan, namun pemberi ktp belum tentu mendukung,” Tambahnya. Lanjut Yatar, “KPU sangat berharap, pelaksanaan pemilukada Kampar nanti berjalan dengan lancer, sukses, tanpa ada kendala yang berarti. Dan terhadap para bakal calon dan para calon nantinya, kita inginkan laluilah proses pemilukada ini dengan cara-cara elegan dan santun, dan tidak melanggar aturan-aturan KPU tentang pencalonan,” Ujar Yatarullah menutup. (Full).

Komentar Facebook