KEMANA EVA YULIANA ATAU ARDO?

6814

         Bangkinang (SANGGAM.info) Sudah dua partai Politik di Kampar yang membuka pendaftaran bagi para bakal calon bupati dan wakil. Partai-partai tersebut adalah PDI Perjuangan pimpinan Dedi Suheri dan Partai NasDem yang dinakhodai Syamsul Muhkamar. Namun hingga berakhirnya masa pengambilan formulir berikut pengembaliannya ke kedua partai tersebut, figur yang diprediksi bakal ‘kuat’ di pilkada Kampar nanti belum menampakkan batang hidungnya, atas pendaftaran tersebut. Ada apa?

Berdasarkan penelusuran SANGGAM.info kepada beberapa sumber penting di beberapa parpol di Kabupaten Kampar menyatakan kedua orang ini (Eva Yuliana dan Ardo) tidak akan diberi kesempatan maju pilkada Kampar 2017 lewat partai politik. Hanya saja masing-masing sumber meminta identitasnya disembunyikan.

“Kami para petinggi parpol Kampar seakan sudah bersepakat tidak akan menerima pendaftaran dari Eva atau Ardo. Kalaupun mereka mendaftar, kami tidak akan rekom,” Ujar salah satu sumber di parpol yang menempatkan beberapa kadernya di Parlemen Kampar.

Dikatakannya, “Hal ini sudah kami itung-itung lewat sepak terjang pemimpin Kampar yang akan berakhir tak lama lagi. Mengingat perlakuannya kepada DPRD Kampar juga, ia (Jefry Noer-red) yang mempersulit istri dan anaknya untuk melaju lewat sampan parpol,” Katanya lagi.

Disebutkan sumber itu, jurang pemisah yang dibuat Jefry Noer kepada DPRD Kampar dengan memotong anggaran di Sekretariat DPRD, membuat kami harus menombok Rp. 4 sampai 5 juta perbulan masing-masing kami. Meski itu bukanlah pertimbangan utama, namun cukup membuat kami gerah juga, disamping banyak pertimbangan lainnya, seperti kebijakan-kebijakan kepala daerah yang gimana, gitu,” Ucapnya.

Namun demikian, itu kan secara pribadi dan kepartaian. Namun secara institusi, kami punya niat baik kok untuk memuluskan jalannya roda pemerintahan. Hal tersebut tergambar dari tetapnya kami bahas apa saja yang harus dilakukan, seperti pengesahan APBD yang didalamnya anggaran kami sudah dipotong. APBD tetap harus jalan, karena ini menyangkut kepentingan rakyat Kampar secara keseluruhan,” Katanya lagi.

Ketika SANGGAM.info menanyakan parpol bukanlah satu-satunya jalan bagi Eva atau Ardo maju di pilkada nanti, sumber tersebut membenarkan, “Benar, benar sekali itu. Dan tampaknya hanya itu saja  (jalur perseorangan-red) yang bisa dipakainya. Makanya dari dua parpol yang sudah buka pendaftaran bakal calon, kedua orang tersebut tidak kelihatan.

“Pun saya hakkul yakin, ketidak mendaftarnya Eva atau Ardo di PDI-P dan NasDem adalah keyakinan mereka sendiri bakal tidak diterima parpol. ‘kan mereka sendiri yang membuat seperti itu.  Dan menyangkut partai lain yang masih belum buka penjaringan , kita tunggu saja perkembangan selanjutnya,” Ujar pria yang piawai dalam berdiskusi ini mantap.

Sebagaimana yang diketahui, dua hari yang lalu, Partai NasDem sudah menutup pengembalian berkas pendaftaran para balon. Dalam daftar pengembalian berkas disebutkan nama-nama yang mengembalikan berkas. Mereka adalah: Zulher (mantan Sekda Kampar), Aziz Zainal (Ketua DPW PPP Riau), Ilyas Husti (Guru Besar UIN Suska), Zulfadil (Guru Besar UR), Ibrahim Ali (Wabup Kampar), Nasri Haroen Ergen (kader NasDem), Muhammad Amin (Ketua DPK Apindo Kampar), Suharmi Hasan (anggota DPRD Kampar dari PKB), Amir Lutfi (Ketua AMPG Kampar) dan Zainal Abidin (Wakil Ketua DPRD Kota Batam dan Ketua DPD II Golkar Batam)

Sedangkan untuk posisi bakal calon wakil bupati mereka adalah; Aprizal (Ketua PWI Perwakilan Kampar), Abridar (Mantan Anggota DPRD Kampar dari PBB), Edi Basri (kader Gerindra), Catur Sugeng Susanto (Mantan Anggota DPRD Kampar dari Golkar), Said Aidil Usman (kader Golkar) dan ditutup oleh Syamsul Muhkamar (Ketua DPD NasDem Kampar). (Full).

 

Komentar Facebook