Kasi Bimas Islam : PAI Merupakan Ujung Tombak Kementerian Agama

75
Kampar (SANGGAM.info) – Penyuluh Agama Islam (PAI) merupakan ujung tombak Kemeterian Agama dalam melaksanakan penerangan agama Islam di tengah-tengah masyarakat. Demikian disampaikan Kasi Bimbingan Masyarkat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Syafrizal Aziz dalam rapat perdana PAI non PNS masa bhakti 2017-2019 hari rabu (21/12), di aula lantai II Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, yang dikuti oleh 162 orang PAI.
 
Syafrizal mengatakan, Peran Penyuluh ini sangat strategis dalam rangka membangun mental, moral, dan nilai ketaqwaaan umat serta turut mendorong peningkatan kualitas kehidupan umat dalam berbagai bidang baik di bidang keagamaan maupun pembangunan. Penyuluh Agama Islam ini mempunyai peran penting dalam pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan dirinya masing-masing. Keberhasilan dalam bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat menunjukkan keberhasilan dalam manajemen diri sendiri.
 
Penyuluh Agama Islam sebagai leading sektor bimbingan masyarakat Islam, memiliki tugas/kewajiban yang cukup berat, luas dan permasalahan yang dihadapi semakin kompleks. Penyuluh Agama Islam tidak mungkin sendiri dalam melaksanakan amanah yang cukup berat ini, ia harus mampu bertindak selaku motivator, fasilitator, dan sekaligus katalisator dakwah Islam. Manajemen dakwah harus dapat dikembangkan dan diaktualisasikan sesuai dengan perkembangan masyarakat yang sedang mengalami perubahan sebagai dampak dari globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, yang mengakibatkan pergeseran atau krisis multidimensi, terang Syafrizal.
 
Disinilah peranan Penyuluh Agama Islam dalam menjalankan kiprahnya di bidang  bimbingan masyarakat Islam harus memiliki tujuan  agar suasana keberagamaan, dapat merefleksikan dan mengaktualisasikan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, papar Syafrizal.
 
Olah karena itu, kita mengharapkan kepada Penyuluh Agama Islam yang lulus tes ini, bisa di handalkan dan bisa bekerja secara profesional, serta mampu melakukan Penyuluhan baik di bidang Buta Aksara Al-Qur’an, Zakat, Wakaf, Perkawinan, Penyuluhan Keluarga Sakinah, Produk Halal, Kemitraan Umat maupun Penyuluhan dibidang Narkoba dan HIV Aids, pungkas Syafrizal. (Full/Ags/Usm)
Komentar Facebook