Kampar Berpotensi Suplai Bawang Merah

3014

SIAPA bilang bawang merah tidak dapat tumbuh subur di tanah gambut khususnya di wilayah Kabupaten Kampar, Riau, bahkan kini ada rencana pemerintah setempat untuk menyuplai produk pertanian tersebut ke sejumlah daerah.

“Apa yang dikatakan orang dulu, baik dari kementrian maupun mayarakat lainnya di Indonesia bahwa tanaman holtikultura seperti bawang tidak cocok di Kampar.

Hal tersebut ternyata salah, sebab sudah lebih dua tahun yang lalu sampai sekarang Kampar telah menghasilkan bawang merah,” kata Bupati Kampar H Jefry Noer,SH.

Jefry mengatakan itu saat bersama para anggota Diklat P4S Kubang Jaya dan tokoh mayarakat Kampar H Syafri Harun melakukan panen bawang merah di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, Siak Hulu.

Jefry Noer mengatakan lagi, bahwa semua ungkapan yang menyatakan bawang cuma bisa sukses di Pulau Jawa, akan tetapi ternyata di Kampar juga bisa bawang merah tumbuh, bahkan apabila dirawat dengan baik sejalan dengan pupuk yang bagus hasilnyapun bisa melebihi produksi dari yang dihasilkan di Brebes.

Jefry menambahkan, bahwa kedepan Kampar insyaallh nantinya akan bisa swasembada bawang di Sumatra. Sebab, nantinya tanaman bawang di Kampar akan didukung melalui Program terbaru Pemda Kampar yakni Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

Pada tahun 2015 ini, lanjut dia, akan ada lebih 1.200 RTMPE yang tesebar di seluruh wilayah kecamatan di Kampar. Dalam RTMPE tersebut selain terdapat enam ekor sapi, ayam petelor, ikan lele, juga terdapat kebun bawang seluas 200 meter dengan hasil selama 55 hari 1/5 ton.

Nah, lanjut dia, apabila setiap RTMPE sudah menghasilkan 1/5 ton saja, maka setiap selama 55 hari di Kampar akan menghasilkan bawang lebih kurang 6 ribu/ton.

“Apabila sudah menghasilkan bawang merah 6 ribu ton/bulannya otomatis Kampar akan bisa suplai ke daerah lain minimal daerah Sumatra,” katanya.

Jefry melanjutkan, bahwa syarat bawang bisa tumbuh baik, maka hal utama dilakukan adalah mengukur kadar asap air pada tanah, atau pH harus diatas 6.

“Selain itu selama 55 hari pemupukan dilakukan cuma sebanyak 3 kali serta disirat secara teratur setiap saat melihat situasi cuaca, dengan demikian Isya Allah bawang yang kita tanam sesuai seerti biasanya dengan bibit 50 kg akan menghasilkan 500 kg,” kata Jefry.*

RTMPE Program Masa Depan

PROGRAM RTMPE ini bertujuan untuk Memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sehingga dapat dijadikan konsumsi dan diproduksi sendiri tidak perlu lagi membeli atau didatangkan dari luar kecuali yg bersifat produk pabrikan. hal ini disampaikan oleh Bupati Kampar H Jefry Noer saat menerima kunjungan pengusaha nasional Atar serta Jurnalis Senior dari Mingguan Azam Yanto Budiman ke Komplek pelatihan Pertanian Terpadu Kubang Jaya pada Kamis, 5/11 .

Dari luas yang hanya 1000 atau 1500 meter saja pangan sehari-hari dapat diproduksi mulai dari bawang, cabe, sayur mayur, telor, daging ayam sekaligus dapat menghasilkan uang dari penjualan urine dan kotoran Sapi yang telah diolah,” kata Jefry Noer.

Oleh sebab itu program ini perlu dikembangkan dan diperluas lagi cakupannya, sehingga apa yang telah dicontohkan dan dibuat di beberapa kecamatan dapat di rasakan manfaatnya oleh masyarakat “Program RTMPE yang paling baru di Kampar, oleh sebab itu mari kita kembangkan dan aplikasikan di masyarakat, bagaimana ini agar dapat direalisasikan secara luas dan berkembang,” tambahnya lagi.

Ditambahkan jefry didalam satu lokasi telah mencukupi untuk keprluan sehari-hari, jadi program ini terus akan dikembangkan termasuk kerjasama dengan Kabupaten lain.

Melihat apa yang telah dihasilhan di Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) dapat menjadikan masyarakat yang mandiri” Kata Jefry diakhir pengarahannya.

Sementara itu Yanto Budiman saat memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan P4S yang dididik dan dilatih tentang pertanian, perikanan dan peternakan di desa Kubang Jaya mengatakan program ini merupakan program yang sangat bagus dan luar biasa.

“Luar biasa nih program gak ada di Kabupaten lain, ini sangat potensi dan punya masa depan yang cerah” Kata Yanto sapaan akrabnya yang Juga merupakan Insinyur Pertanian jurusan Argonomi tersebut.

Banyak yang tidak tau tentang manfaat program seperti ini, faktanya dilapangan setelah dilihat secara langsung dan melakukan dialog dengan petani, program RTMPE ini sangat luar biasa, apalagi untuk jangka yang sangat panjang” Katanya.

Apa yang dibuat Bupati demi kemaslahatan masyarakat banyak khususnya masyarakat miskin, semoga adek-adek peserta pelatihan ini terinspirasi dengan pandangan dan program Bupati Kampar ini” Tambah Anto lagi memberi motivasi kepada peserta Pelatihan pertanian terpadu.*

BUPATI Kampar H Jefry Noer memberikan motivasi usai menerima kunjungan pengusaha nasional Atar dan Jurnalis.
BUPATI Kampar H Jefry Noer memberikan motivasi usai menerima kunjungan pengusaha nasional Atar dan Jurnalis.

Ibu-ibu di Kampar Mampu Bantu Ekonomi Keluarga,
Jefry: Ini Jalan ke Surga

Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau, di bawah kepemimpinan Bupati Jefry Noer telah menjalankan program kemasyarakatan, bertujuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat secara merata.

Nah, salah satunya adalah Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang mendidik kalangan perempuan putus sekolah dan ibu rumah tangga untuk menjahit.

“Alumni peserta jahit menjahit PKBM setelah selesai diharapkan untuk segera mencari tempat kelompoknya untuk menjahit, hubungi kepala desa atau kepala dusun untuk menentukan tempat lokasi praktek jahit menjahit itu,” kata Bupati Kampar Jefry Noer.

ketika menutup pelatihan menjahit pada kegiatan pembinaan kemampuan teknologi jahit dan bordir PKBM Bina Insani Mandiri Angkatan ke 9 di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Rabu (4/11).

Jefry menambahkan, peserta pelatihan jahit menjahit ini harus siap menjadi wanita mandiri, dan Insya Allah akan masuk surga, karena dengan kegiatan jahit menjahit ibu peserta mampu menghasilkan penghasilannya sendiri tidak lagi bergantung kepada suaminya, dan mampu membantu perekonomian keluarga.

Dalam arahannya Jefry Noer mengatakan bahwa alumni peserta jahit menjahit yang telah lulus, jangan menunda lagi, segera praktekkan agar ilmu yang telah didapat tidak lupa lagi, dan segera membuat ikatan alumni perkelompok, supaya hubungan antara alumni tetap terjaga.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Eva Yuliana dalam sambutannya mengatakan semuanya wajib bersyukur kepada Allah SWT karena dengan pelatihan ini kaum perempuan terangkat derajatnya.

“Pelatihan jahit menjahit juga telah mendukung program pemerintah yakni program lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar,” ungkap Eva Yuliana.
BUPATI Kampar H Jefry Noer,SH bersama Tokoh Masyarakat Kampar H Syafry Harun dan Peserta P4S angkatan 16 di Lokasi P4S Kubang Jaya Siak Hulu

Ketika lulus dari pelatihan ini, lanjut dia, hendaknya alumni mampu menularkan kepada masyarakat lainnya. “Kita perlu memperkenalkan pelatihan ini kepada masyarakat lainnya, semoga ilmu pelatihan ini bermanfaat untuk membantu masyarakat menambah penghasilan keluarga. Jalinlah persaudaraan antar sesama kelompok, ayomi anggotanya,” kata Eva Yuliana.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar Amin Filda dalam laporannya mengatakan bahwa angkatan 9 kali ini ada sebanyak 90 orang dari Kecamatan Tambang dan Siak Hulu, sehingga total seluruh angkatan 810 orang lulusan.

Amin Filda juga menyampaikan, angkatan terbaru kali ini berhasil menyelesaikan 30 pasang perhari perkelompok. Peserta akan dipulangkan dan akan diberikan mesin jahit secara gratis untuk membuat kelompok di desanya. “Hal ini untuk menunjang pendapatan mereka para alumni peserta jahit menjahit,” katanya.

Program tersebut kata dia, adalah untuk menuntaskan kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Kampar khususnya kaum ibu, untuk juga mampu menambah atau meningkatkan perekonomian keluarga mereka.*

Komentar Facebook