Jembatan Megah Itu Belum Punya nama

134
Bangkinang (SANGGAM.info) – Pelaksanaan pembangunan Jembatan pada kawasan Water Front City ini murni dari dana APBD Kampar, pada dua tahun pelaksanaannya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar Indra Pomi menjawab SANGGAM.info, Selasa, 06/12/2016 di bangkinang.
Indra menegaskan, setelah usai Topping of Ceremonynya pada 08/12 nanti, untuk 2017 kita tidak menggunakan anggaran yang terlalu besar lagi, yakni dalam kisaran Rp. 2 milliar.           “Untuk memperbaiki jalan yang sudah ada, trasenya sudah ada, dan untuk jalan penghubung ini nantinya ke jalan Pof. M, Yamin, SH dan dananya sekitar 2 milyaran lah,” Sebut Indra. Meski Topping of Ceremony nanti bukanlah bukan acara peresmian tapi hanya sebagai pertanda bahwa jembatan ini secara struktur sudah selesai dan setelah itu masih ada pekerjaan-pekerjaan lain seperti yang telah saya uraikan tadi. Kalau diresmikannya itu nanti setelah acara pemeliharaan tersebut selesai dan nanti akan dilakukan peresmian ulang.
indra-pomi-mt-kadis-bina-marga-dan-pengairan-kabupaten-kampar
Dikatakannya, Water front city ini sebenarnya arealnya seluas sekitar 10 ha arah keatas sana dan Islamic Centre itu termasuk kedalam water front city, tapi belum dilakukan sosialisasi kemasyarakat dan kebetulan di kawasan ini adalah jembatan yang lebih dulu dibangun. Nantinya juga akan dibangun pusat perbelanjaan dan pertokoan, pusat kuliner, dan juga hotel dan nantinya juga akan bekerja sama dengan pihak swasta.
Ketika SANGGAM.info menanyakan perihal nama Jembatan Water Front City ini, Indra menyebutkan, “Secara khusus jembatan ini belum kita kasih nama, tapi terkenalnya itu dengan nama jembatan water front city karena memang berada di kawasan WFC. Terkait nama itu mungkin akan menjadi bahan diskusi kita kedepan mengenai nama tersebut. Secara administrasi jembatan ini dikenal denga jembatan WFC,” Ujar Indra Pomi.
Lebih lanjut Indra mengatakan, “Konsep WFC ini jauh kedepan, walaupun yang memprakarsainya adalah Dinas Cipta Karya, hanya saja kami dari SKPD  Dinas Bina Marga lebih duluan melakukan aksi di kawasan ini. Harapan kita kedepan adalah bagaimana kawasan ini sama-sama menjadi perhatian kita, sama-sama kita bangun, sama-sama kita promosikan supaya pihak swasta nantinya juga ikut berperan disini. Sehingga nantinya Bangkinang bukan hanya tempat persinggahan tapi menjadi tujuan wisata yang baik dan islami,” Pungkas Indra. (Full/RWhy).
Komentar Facebook