JALAN PENGHUBUNG BT. BERSURAT – MUARA TAKUS RUSAK PARAH

477

Dari Wartawan SANGGAM.info
(Reni Wahyuni)

Batu Bersurat (SANGGAM.info) Memprihatinkan. Itulah kata-kata yang pantas disematkan untuk jalan lintas Batu Bersurat ke Muara Takus. Betapa tidak jalan yang harusnya mulus dan bias dinikmati pengguna jalan tanpa menghindari lubang-lubang besar, kini pengemudi motor dan mobil harus ekstra hati-hati. Dus kenyamanan pengendara terganggu. Apa pasal?
Hal itu terungkap saat SANGGAM.info Minggu, 10/01/2016, hunting foto ke Candi Muara Takus yang masih menyisakan banyak tanda Tanya. Sepanjang jalan Batu Bersurat ke Muara Takus kerusakan parah didapati di sepanjang jalan tersebut. Hal itu mengundang perhatian SANGGAM.info untuk diberitakan.
Sejurus SANGGAM.info berhenti pada sebuah ruas jalan, dan tak berapa lama muncul mobil-mobil berat pengangkut bahan Pasir dan Batu (sirtu). Selidik punya selidik, rupanya kerusakan parah pada jalan tersebut lantaran dilewati mobil-mobil tersebut di tambah oleh mobll pengangkut buah sawit.
Lokasi penambangan sirtu yang jumlahnya lumayan banyak, membuat jalan itu rusak parah. Menurut Junnasri aktifis pergerakan dan tokoh muda asal XIII Koto Kampar menyayangkan kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, “Scara keseluruhan banyak persoalan di XI Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu yang memprihatnkan. Mulai dari ekonomi, social masyarakat. Namun yang paling nyata kelihatan adalah rusaknya jalan tersebut,” Sebut Junnasri.
Ditambahkannya, “Meski ia tidak mengetahui secara pasti pendapatan asli daerah (PAD) dari galian C yang bak jamur di musim hujan itu, namun baginya selayaknya Pemerintah daerah Kampar harus menertibkan usaha galian C ini dengan pertimbangan mana besar manfaat dari pada mudharat galian c tersebut jika dikaitkan dengan pendapatan serta biaya perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui mobil-mobil pengangkut galian C tersebut,” Kata Junnasri mantan wartawan itu serius.
Ditambahkan Junnasri, “jika hal ini tetap dibiarkan maka jalan tersebut akan berakibat fatal. Pertama, akses jalan itu akan menghambat proses peningkatan ekonomi masyarakat, dan kedua biaya perbaikan akan menelan biaya besar dan ketiga minat wsatawan berkunjung ke Candi Muara Takus tentunya akan jauh berkurang karena perjalanan yang sangat tidak nyaman,” Imbuhnya.
Kita juga menuntut agar pengusaha galian C bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan tersebut, cumin itu kan gaweannya pemerintah daerah untuk mengevaluasi keberadaan galian C itu. Kita hanya setakat memberikan saran atas keprihatinan masyarakat saja,” Tutup Junnasri. (Rwhy)

 

Komentar Facebook