Ir. Yasir Ahmad Tabano:  Saya Yakin akan Sampai ke Ranah Hukum

10980

            Bangkinang (SANGGAM.info) Adalah seorang Yasir Ahmad Tabano, seorang pria yang merupakan anak kemenakan dari persukuan Mandeliong dan berprofesi konsultan ini menyatyangkan berdirinya Ormas Dubalang Kampar. Baginya keberadaan Dubalang Kampar tidak mesti terbentuk jika masih menggunakan nama dan gelar adat Kampar.

Meski sebelumnya Anto Dt. Godang menyatakan tidak ada gelar adat yang digunakan, seperti Dt. Panglimo Bosau atau, bagi Yasir nama dan gelar adat yang lekat dalam struktur organisasi Dubalang Kampar tetaplah salah. Demikian disampaikan Yasir Ahmad Tabano kepada SANGGAM.info 02/03/2016 lalu.

“Sebab,  semua kita menyadari sesungguhnya bahwa selain gelar dan nama tersebut seperti Pucuok Andiko, Dubalang dan Panglimo, Panghulu dan sebagainya yang terdapat di Dubalang Kampar adalah gelar yang selama ini punya kaum adat di Kampar. Di tempat lain  dan bahkan dimana saja tidak ada yang namanya gelar tersebut,” Kata Yasir menahan emosi, sembari menyatakan selama ini saya sudah cukup bersabar dengan apa yang terjadi di Kampar ini,” Sebut Yasir yang awal berdirinya ormas ini sempat mengetahui dari Jefry Noer langsung.

“Dan saya meminta serta menegaskan kepada kita semua bahwasanya Peran atau rencana Ninik Mamak untuk mempertanyakan ini saya dukung, dan pasti banyak komponen bakal mendukung juga.  Namun saya juga bias memastikan bahwa persoalan ini (Dubalang Kampar-red) akan memasuki babak yang rumit, yakni akan masuk ke dalam ranah hukum,” Terangnya.

“Entah siapa yang akan lebih dahulu mengadukan ini ke pihak penegak hukum. Bisa saja Ninik mamak yang tergabung dalam Lembaga Adat Kampar (LAK) Kampar lebih dahulu, atau bahkan Dubalang Kampar yang merasa lebih kuat dan melaporkan pihak yang dianggap mengganggu jalannya organisasi ini,” Jelas Yasir.

Namun demikian, saya secara pribadi tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Menang jadi arang, kalah jadi abu, bak kata pepatahnya. Dan tentu saja negeri kita ini akan terpecah-pecah dengan sendirinya. Dengan demikian, sillaturrahmi antar sesama masyarakat Kampar akan terganggu.

Masing-masing pihak menahan diri, serta kepada kawan-kawan dan petinggi-petinggi di Dubalang Kampar introspeksi dirilah. Jangan gegabah, sudahlah selama ini Kampar sudah menderita jangan sampai pula adat-istiadat yang dicoreng. Karena dengan ini saya melihat Peran adat itu dicoba ‘dibunuh’. Sudahilah, itu sudah tidak benar lagi,” Kata Yasir sembari menceritakan bahwa jangankan untuk adat Kampar, ia dan keluarga besar Dt. Tabano, pernah melakukan bantahan besar kepada seseorang yang saat ini penting dalam pemilihan bupati Kampar ini. (Full/Rwhy)

 

 

 

 

 

Komentar Facebook