Bupati Kampar Ajak Masyarakatnya Menuju Surga

1254
JEFRY Noer ketika memberikan Materi pada acara Seminar Mendorong Ekonomi Kreatif bersama Pemko dan Kabupaten

BERSYUKURLAH ibu-ibu kepada seorang bupati yang ingin membawa masyarakatnya berpenghasilan, mandiri dan masuk surga, kata Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Sudirman Bonaparte.

Sudirman Bonaparte mengatakan itu ketika mengunjungi lahan percontohan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) sekaligus meninjau kegiatan jahit menjahit di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar dengan di dampingi Bupati Jefry Noer.

“Disamping diberikannya pelatihan jahit menjahit, peserta juga mendapatkan Mesin Jahit secara gratis, Ibu-ibu peserta juga dapat membantu suami sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga, dengan demikian ibu-ibu peserta menjadi wanita mandiri yang masuk surga tidak semua pemimpin daerah seperti ini,” katanya.

Sudirman Bonaparte menambahkan, Jefry Noer ibarat seorang ayah yang menginginkan anaknya yakni masyarakat untuk memiliki ekonomi yang mapan dan dibarengi dengan masuk surga.
BUPATI Kampar bersama Komisi II DPRD SIak Sriindrapura ketika ketua rombongan beri sambutan peserta diklat P4S saat kunjungan ke RTMPE di Kubangjaya

“Bupati Kampar adalah Bapak yang baik ingin pendapatan masyarakat bertambah dengan memberikan pelatihan kepada wanita dan ibu rumah tangga yang produktif untuk memiliki usaha jahit menjahit di rumah dan dapat meninggalkan kebiasaan wanita bergunjing,” ujar Sudirman Bonaparte.

Selain teori, lanjut dia, praktek lapangan pun diberikan serta modal pinjaman juga diberikan.

“Saya merasa iri melihat peserta pelatihan ini, karena sangat antusias untuk ikut pelatihan ini,” ungkap Sudirman Bonaparte.

Selanjutnya Sudirman Bonaparte mengatakan Program RTMPE merupakan salah satu aplikasi ekonomi kreatif yang selama ini mampu menjawab tantangan era globalisasi seperti saat ini.

“Karena program ini sangat kompleks mampu memenuhi seluruh ketersediaan komoditi masyarakat Kabupaten Kampar, seperti daging sapi, ikan lele, bawang merah dan cabai merah serta sayur mayoritas yang selama ini bergantung kepada daerah lain,” ujarnya.

Bupati Kampar Jefry Noer dalam sambutannya mengatakan pada Program RTMPE ini masyarakat yang mengikuti pelatihan dididik melalui satu paket, dalam program itu terdapat seluruh bidang pelatihan, ada pertanian, perkebunan, perikanan dan yang paling luar biasa adalah terpenuhinya ketergantungan energi biogas yang berasal dari kotoran sapi.

Dalam RTMPE tersebut terdapat sapi hasil dari urine dan kotoran sapi yang bisa menghasilkan uang Rp15 juta/bulan, ditambah ayam petelor minimal Rp 3 juta/ bulan.

Kemudian juga, lanjut dia, dari hasil bawang dengan bibit 50 kg akan menghasilkan 500 kg diluar hasil dari anak sapi enam ekor/tahunnya. Insyaalh tahun ini 1.200 RTMPE akan tersebar di setiap kecamatan.

“Untuk itu kedepan kita akan bisa swasmbada sapai, ayam, telor, ikan, bawang dan cabai,” ujar Jefry Noer.*
Jefry Noer: Kesulitan Hanya Bisa Disiasati Dengan Ekonomi Kreatif

DALAM suasana Perekonomian sulit seperti ini semua pihak harus menyisiati dengan kreatif, khususnya bidang perekonomian dimana seluruh elemen baik pemerintah dan swasta dituntut untuk bergerak meningkatkan kreatifitas, demikian Jefry Noer.

Bupati Kampar mengatakan itu ketika menjadi salah satu narasumber diacara Seminar Mendorong Ekonomi Kreatif bersama LPP RRI Pekanbaru bersama Pemerintah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar dalam Rangka Pekan Inovasi di Gedung RRI Pekanbaru Kota, Rabu (21/10).

Dalam pemaparan materinya Jefry Noer menyampaikan bahwa Pemda Kampar saat ini memiliki program pemerintah yang disebut 5 Pilar Pembangunan Kabupaten Kampar. Pada pilar kedua yakni peningkatan perekonomian masyarakat.

“Pada pilar ini Pemda Kampar telah memaping atau mendata masyarakat miskin yang produktif, kita berikan pelatihan yang disebut P4S,” ujarnya.

Jefry Noer juga menyampaikan pada tahun 2014 lalu pelatihan dilaksanakan sesuai bidang yang digeluti masyarakat yang mengikuti pelatihan, seperti pertanian, pertenakan, perikanan dan agrobisnis.

Namun pada tahun 2015, lanjut dia, pengembangan dari pelatihan perbidang ini disatukan melalui Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

BUPATI Kampar Jefry Noer ketika berfoto bersama dengan Dir LPPR RI
BUPATI Kampar Jefry Noer ketika berfoto bersama dengan Dir LPPR RI

Pada Program RTMPE ini, kata dia, masyarakat yang mengikuti pelatihan dididik melalui satu paket, yang di dalamnya terdapat seluruh bidang pelatihan, ada pertanian, perkebunan, perikanan dan yang paling luar biasa adalah terpenuhinya ketergantungan energi melalui biogas yang berasal dari kotoran sapi.

Dalam pemaparannya, Bupati Kampar menjelaskan bahwa dalam RTMPE tersebut terdapat sapi hasil dari urine dan kotoran sapi yang bisa menghasilkan uang Rp15 juta/bulan, ditambah ayam petelur minimal Rp 3 juta/bulan.

Selanjutnya juga ada dari hasil bawang dengan bibit 50 kg akan menghasilkan 500 kg diluar hasil dari anak sapi enam ekor/tahunnya. “Insyaalh tahun ini 1.200 RTMPE akan tersebar di setia kecamatan, untuk itu kedepan kita akan bisa swasmbada sapai, ayam, telur, ikan, bawang dan cabai,” ujar Jefry Noer.

Bagaimana tidak lanjut Jefry, dengan lahan yang hanya seluas 1.000 meter serta modal Rp 120 juta yang dipinjamkan dari Bank BPR Sarimadu atau Bank Riau Kepri serta bantuan CSR perusahaan akan bisa menghasilkan Rp10 juta sampai Rp 25 juta/bulannya. Di dalam RTMPE kata dia terdapat enam ekor sapi, 100 ekor ayam petelur, ikan lele, kebun bawang dan cabai masing-masing seluas 200 meter, serta sayur-sayuran lainnya.

Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Sudirman Bonaparte dalam sambutannya mengatakan sekarang RRI telah memasuki generasi ke tiga, tahun 2005 undang-undang, RRI melayani informasi kepada publik.

“Sekarang RRI melayani kebutuhan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Sudirman Bonaparte.

“Ekonomi kreatif ini diharapkan sanggup menjawab masa krisis ekonomi atau moneter. Hal ini memang sudah dijalankan Pemda kampar dengan Bupati Kampar Jefry Noer-nya,” kata dia.

Pendengar Radio Republik Indonesia (RRI) kata dia, dirasakan sudah banyak mengetahuinya, dengan seminar ini semoga menambah wawasan kepada masyarakat Riau.*

Petani Harus Banyak Bekerja dan Beribadah

BUPATI Kampar, Riau, H.Jefry Noer menjelaskan, melalui program terbarukan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) maka akan mampu membawa orang miskin menjadi kaya dan Insya Allah masuk surga.

“Karena sebelum praktek dan kerja, para petani akan di beri pendidikan dan latihan (diklat) di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S),” kata Jefry saat menyambut kedatangan kalangan legislator Siak, Kamis (22/10).

Selama diklat di P4S, lanjut dia, kemudian para peserta diajak untuk melihat contoh nyata hasil ilmu terapan P4S di RTMPE sampai pulang ke rumah, petani akan terbiasa dengan pola hidup banyak bekerja dan beribadah karena di “gembleng” dengan banyak kerja dan ibadah bukan bermalasan dan bergunjing saja.

Lebih jauh Jefry menjelaskan, peserta yang ikut diklat di P4S karya nyata merupakan masyarakat miskin, pilihan di desa dan kecamatan yang sebelumnya di “mapping” Kepala Desa dan Camatnya.

Di P4S diajar cara beternak, memelihara dan mengembangkan perikanan, pertanian, setelah dapat ilmunya, peserta diarahkan untuk membuat usaha seperti program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), dengan memiliki ilmu walaupun di lahan 1 000 meter, mampu memelihara ternak sapi, ternak ayam petelur dan ikan serta ada pertanian.

Dengan ternak sapi hanya enam ekor, dapat menghasilkan urine sampai 1500 liter perbulan, lalu diolah akan menghasilkan pupuk cair, dari kotoran padat sapi menghasilkan biogas untuk energi memasak dengan kompor gas atau sumber energi listrik.

Ditambah hasil ternak ayam petelur, bisa diternak sampai 100 ekor lebih, mampu menghasilkan telur perhari sampai 60 butir lebih, hasil pertanian di lahan 400 meter saja dapat ditanami bawang yang bermodalkan 50 Kg bibit mampu menghasilkan setengah ton bawang dalam tiap dua bulan ditambah penghasilan perikanan.

Dari usaha itu sudah mampu menghasilkan jutaan, belum lagi hasil daging ayam yang semakin lama dipelihara tentu besar, termasuk sapinya, kalau tiga tahun saja dipelihara tentu anaknya sudah banyak, jika dijual sudah dapat membiayai petani naik haji atau sekurangnya umroh.

Ditambahkannya lagi, RTMPE adalah program terbarukan pemda yang akan mempercepat langkah petani Kampar maju karena itu harus dilaksanakan semua Dinas terkait dan saling sinergi ke depannya, Kalau 2 Desa saja tiap kecamatan sudah mapan melaksanakan RTMPE maka Riau khususnya Kampar dapat swasembada Pangan,Ujar Jefry Noer.

Usai mengurai satu persatu, Jefry menambahkan, ikuti 5 syarat cepat menjadi kaya dan masuk sorga yaitu jadikan 24 sebagai ibadah, perbanyak sedekah, mencintai pekerjaan, disiplin waktu dan jauhi pekerjaan sia-sia.*

Komentar Facebook