Berkomitmen Kejar Ketertinggalan (Dari Sidang Istimewa HUT Kampar 67)

54
 
          Bangkinang (Sanggam.info) – Tepat pukul 10.30 wib, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri Sag. Resmi membuka Rapat Istimewa dalam rangka HUT Kabupaten Kampar ke 67 bertempat di ruang paripurna pada Senin (6/2/2017).
Hadir dalam rapat tersebut, Gubernur Riau Arsyad Juliandi Ramhan, PJ Bupati Kampar Syahrial Abdi, seluruh satuan OPD, Tokoh masyarakat dan Adat serta para pejabat terdahulu dan tidak ketinggalan, tiga pasangan calon Kepala Daerah yakni Aziz-Catur,Jawahir-Bardansyah, dan Drs. H. Zulher,M.Si.
Dalam Sambutannya Ahmad Fikri,S.Ag  mengucapkan banyak terima kasih terhadap Gubernur Riau dan seluruh tamu undangan. Menurutnya, acara tersebut selain langkah dalam mewujudkan silaturahim. Juga bentuk apresiasi terhadap para tokoh pendahulu pendiri Kabupaten Kampar. Kegiatan ini menjadi momentum kilas balik, dalam perjalanan Sejarah Kabupaten Kampar. Dan perjuangan pemerintah terdahulu dalam merintis, memperjuangkan, serta membangun Kabupaten Kampar yang saat ini berusia 67 Tahun.
Juga mengajak seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Kampar yang ada untuk terus bersama semangat mengejar ketertinggalan saat ini. Hingga terwujudnya Kampar yang terdepan dan berjaya. Dan untuk itu pihaknya memberikan dukungan penuh, terhadap PJ Bupati Kampar dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu PJ Bupati Kampar Syahrial Abdi menyampaikan, tema pada HUT Kampar ke 67 yakni. Tingkatkan kinerja dan daya saing, mewujudkan Kampar maju berkualitas menuju kemandirian.
Abdi mengungkapkan, terbentuknya Kabupaten Kampar ini bukan tanpa perjuangan. Sudah banyak gagasan, pikiran dan tenaga dicurahkan dalam menata bumi Serambi Mekahnya Riau ini. “Tantangan, hambatan, norma, agama, budaya dan adat istiadat. Yang kita sebut dengan keberagaman dalam membangun negeri Kampar ini,”Abdi mengungkapkan.
Selain itu Abdi, mengibaratkan Kampar seperti sebuah lukisan dengan beragam warna. Negerinya yang besar, luas wilayahnya, serta kaya akan aneka ragam sumber daya alamnya. Dan meski begitu harus rela di mekarkan demi kemerataan masyarakatnya. Juga terdapat warna buram, tergores harapan yang belum tercapai, untuk itu di butuhkan torehan garis tegas dan dominasi warna warni keberhasilan untuk terwujudnya Kampar yang semakin maju.
Karena usia 67 bagi suatu daerah bukanlah lagi muda, tentunya ini harus menjadi momentum. Tak lupa dalam akhir sambutannya, Syahrial Abdi kembali mengingatkan. Bertepatan juga dalam perhelatan Pilkada serentak 2017, hendaknya menjadi harapan rakyat Kampar.Dan siapapun nanti yang terpilih, mampu membawa Kampar lebih baik lagi. “Yang padanya nanti kita gantungkan harapan Kabupaten Kampar kedepan, untuk itu segenap masyarakat agar mempergunakan hak pilihnya,” Tutup Abdi.
Memasuki jam 12.30 wib seluruh Forkopimda Kabupaten Kampar beserta Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Ninik Mamak dan seluruh tamu undangan melanjutkan acara dengan makan bajambau bertempat di Balai Adat Kabupaten Kampar. Hal ini bermakna mengajak seluruh elemen, bersatu dalam mewujudkan Kabupaten Kampar termaju di Provinsi Riau. 67 Tahun bukan usia yang muda, dimana telah banyak yang dilalui oleh Kabupaten Kampar.
Juga berbagai gagasan serta pikiran telah dicurahkan dalam membangunnya. Ahmad fikri menyampaikan ucapan terimakasih kepada gubernur, wujud silaturahmi batin antara kita, menjadi  wadah kilas balij perjuangan para perintis terdahulu dalam mendirikan kabupaten Kampar, apresiasi perjuangan dengan perjuangan yang telah mereka rintis.
sebgai momentun kilas balik dalam peningkatan di masa depan. yang saat ini melanjutkan dalam pembangunan Kabupaten Kampar. saya mengajak memperdalam rasa syukur, terus mengejar ketertingalan itu. Masalah kemiskinan, mendukung upaya terhadap Pj. Bupati dalam menjalankan untuk mengentaskan hal tersebut.
usia yang sudah tua semakin menjunjung nilai-nilai kearifan, kalau untuk kota masih terbilang muda misi kabupaten Kampar 2025, tidak sesederhana. selamat kepada Pj dalam keseriusan menjalankan amanahnya. Mudah-mudhan di 67 Tahun usia Kampar saat ini, semua beban harapan dan cita-cita dapat dilaksanakan secara tulus dan ikhlas,” Sebut Fikri. (Dyat/Full)
 
Komentar Facebook