BERANJAK DARI NIAT TULUS

1811

Bangkinang (SANGGAM.info) Keberhasilan seorang Irfan Taufik yang biasa disapa Irfan gondrong dalam membawa persepak bolaan Kampar melaju ke pentas Nasional dan bahkan internasional, hanya berawal dari hal yang sederhana yakni niat tulus.

          Ngurusi bola ia mulai baru dalam kurun waktu lebih kurang satu tahun. Berkat keyakinan kuat dan kemauan  bulat, Batobo Bangkinang milik ughang Ocu ini mampu berbicara banyak. Bahkan saat ini Kampar mampu ia rengkuh sebagai tuan rumah buat seleksi bahkan latihan bagi timnas yang akan berangkat ke Filipina untuk harumkan nama bangsa Indonesia.

Beranjak dari niat itulah keseriusan-demi keseriusan berbingkai keikhlasan itu ia wujudkan, segala kemampuan dan daya lobi yang kuat, ia membawa SSB Batobo menuju puncak kejayaannya.

“Awalnya saya tidak mengira akan seperti ini jadinya, kita (persepak bolaan Kampar-red) mampu berbicara banyak,” Sebut Irfan Gondrong yang rambutnya kini tak lagi gimbal.

Lanjut Irfan, “Kalau selama ini orang bilang untuk masuk SSB itu butuh biaya mahal, saya coba merubah pola pandang tersebut. Saya recruit anak-anak yang kurang mampu, dalam artian keterbatasan ekonomi orang tuanya, untuk masuk ke SSB Batobo. Kita beri motifasi kuat dengan menjadikan mereka teman atau sahabat. Kita curahkan perhatian penuh dan ternyata Insya Allah mereka juga menunjukkan kemampuan terbaiknya di sepak bola ini,” Kata Irfan.

Ditambahkannya, “Komitmen yang ada pada kita itu terpantau oleh petinggi-petinggi Negara kita, dan saya tidak menyangka saya dipanggil oleh Menpora ditunjuk untuk membawa Timnas U13 ini mengikuti even-even internasional,” Kata Irfan.

“Ketika saya membawa adik-adik Batobo Bangkinang keJakarta saya dipanggil oleh kementerian pemuda dan olahraga, setelah dialog panjang lebar, saya dipercayakan Imam Nahrowi untuk menakhodai Timnas U13. awalnya saya kaget, namun ending ceritanya saya sanggupi,” Ujar Irfan mengenang.

Ditambahkannya, “Namun kepada Menteri saya menyatakan beberapa persyaratan, pertama seleksi U13 ke Filipina ini harus diadakan di Kampar pada 19 dan 20 September 2015 lalu,  berikut Training Centre (TC) bolanya di rumput Kampar. Dan itu disetujui oleh beliau,” Kata Irfan sembari menyebut kabut asap ini cukup mengganggu aktifitas latihan.

“Saya akan tunjukkan pada Indonesia dan dunia, bahwa sepekbola Indonesia itu masih bagus dan sangat potensial. Dan itu akan saya tujukan kepada pelatih, pemerhati, insane bola Indonesia bahwa sesungguhnya ketika komitmen ini kita akan jalankan sebaiknya, pun berharap support dari kawan-kawan bola di Kampar serta doanya juga sangat kami harapkan,” Imbuh Irfan ayah  empat anak ini yakin menutup wawancara. (Full)

 

Komentar Facebook