AKMAM ADIPUTRA PRIHATIN KAMPAR

2646
Drs. Akmam Adipoetra

            Bangkinang (SANGGAM.info) Sang Akmam Adipoetra prihatin. Keprihatinan seorang Pamong sejati ini melihat kondisi Kabupaten Kampar tak terlepas dari pantauannya  atas  sejarah dan perkembangan kehidupan masyarakat dan pemerintahannya, khusus pasca Reformasi.

Akmam menyebutkan bahwa Kabupaten Kampar adalah Kabupaten yang diberikan limpahan rahmat dan karunianya oleh Allah SWT jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Riau. Berkali-kali Kabupaten Kampar ini wilayahnya diambil oleh Kota Pekanbaru dan juga berkurangnya wilayah Kampar pasca pemekaran di era otonomi daerah yang melahirkan Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. “Kita sepertinya tidak merasa jadi miskin, pun permasalahan kita tidak lebih besar dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain,” Kata Akmam serius.

Diterang Akmam, “Kampar berada dalam lintas jalur transportasi darat dan terdekat dengan ibukota Provinsi Riau. Lintas jalan Negara ini menjadikan kita berada pada posisi strategis dalam mengemas pembangunan diberbagai sector,” Sebutnya.

“Disamping itu Sumberdaya Manusia yang dimiliki Kampar cukup memadai dus ditopang penuh oleh sumberdaya Alam yang luar biasa. Tapi saying disayang, kita seakan tidak pernah memikirkan bagaimana tata kelola Kabupaten Kampar ini dengan baik kea rah kemajuan. Coba anda lihat, Bangkinang ini dalam pandangan saya adalah kota yang paling semrawut diantara kota-kota yang ada di Provinsi Riau ini.

Salah satu contohnya, Baleho-baliho berserakan, berseleweran. Dimana kehendak hati saja, pacak situ. sehingga rumah dinas bupati Kampar yang kita banggakan itu tertutup dengan baliho-baliho itu. Kemudian jalur hijaupun sembarangan saja tanaman penghias yang dipacakkan di situ.

Lebih lanjut mantan Sekda Kota Batam yang kebanjiran Tamu-tamu jelang Pilkada Kampar 2017 nanti ini mengajak komponen masyarakat Kampar berfikir bagaimana nanti Kampar atau Bangkinang setelah pemekaran daerah-daerah lain di Kampar seperti Kampar Kiri dengan wacana Kabupaten Gunung Sahilan Darussalam dan bahkan tak tertutup kemungkinan suatu ketika wilayah Tapung menyusul.

“Kalau kita sepakat menjadikan Bangkinang jadi Kota Madya, fungsi Kota dan persiapan kea rah itu juga harus menjadi bahan antisipasi. Kita haruslah nmembuka diri dari luar. Kota Pekanbaru yang punya masyarakat yang haus lokasi wisata, memungkinkan sekali bagi Kampar menjadi destinasi utama wisata di Riau,” Sebujt Akmam sembari menjelaskan bahwa syarat-syarat untuk menjadi kota madya Bangkinang harus mengacu pada UU Tentang Pemerintahan Daerah,” Kata Akmam lagi.

Akmam menyatakan, “Kampar punya Danau PLTA Koto Panjang, peninggalan sejarah baik Islam atau Budha, Wisata Etnik dan banyak potensi-potensi lainnya yang merman diperlukan penanganan yang serius oleh pembuat kebijakan dan disukung oleh semua lapisan masyarakat tentunya.

Lanjutnya, “Dan inilah sebuah tantangan yang perlu dipikirkan oleh Bupati Kampar yang akan segera kita pilih pada Februari 2016 yang akan dating. Harapan kita juga tertumpang diajalang pesta demokrasi itu lahirnya pemimpin yang benar-benar memikirkan Kampar secara utuh,” Pungkas Akmam mengakhiri. (Full/Rwhy)

Komentar Facebook