Akmam Adipoetra: Partai Politik dan Kader, Sering Berseberangan

223
Drs. Akmam Adipoetra

Bangkinang (SANGGAM.info) Agenda politik adalah milik rakyat lewat politisi partai. Banyak fenomena kader parpol tidak ambil andil dalam menyukseskan jagoan politik di ajang Pilkada dan Pilpres sekalipun. Apa pasal?
Menurut Tokoh masyarakat Riau Drs. Akmam Adipoetra, itu akibat demokrasi yang kebablasan, “Memasuki pesta demokrasi Kabupaten Kampar yang tinggal beberapa Bulan lagi, banyak kalangan mulai berbicara mengenai pesta demokrasi tersebut. Mulai dari pembicaraan ringan di kedai kopi, hingga membaca peta politik siapa yang akan maju nantinya untuk bisa membawa Kampar kearah yang lebih baik,” Sebut Akmam.
Namun demikian, “Seyogyanya perpolitikan yang terjadi mampu melahirkan sebuah idialisme-idialisme kebangsaaan seperti yang diharapkan oleh tokoh-tokoh nasional terdahulu. Untuk itu, SANGGAM.info mencoba mewawancarai salah seorang Tokoh masyarkat Riau untuk kembali membuka wawasan seperti apa sejatinya sebuah demokrasi tersebut,” Katanya lagi.
Akmam menilai,”Perpolitkan saat ini yang terjadi lebih pada sebuah kompetisi praktisme, sehingga para elit partai cenderung mengedepankan hitung hitungan masa dan juga financial, padahal dalam sebuah berpolitik untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Seharusnya partai mampu mengedepankan misi yang menjadi idialisme sebuah demokrasi yaitu, dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, sehingga terciptalah sebuah demokrasi yang sehat dan ber etika,” Harap Akmam.
Menurut pamong senior ini, sejak memasuki era reformasi ini seharusnya membuka pintu selebar lebarnya dalam hal kita berorganisasi, ataupun dalam hal menyatakan pendapat. Padahal sesungguhnya bila diperhatikan, tujuan dalam mendirikan partai mampu melahirkan idialisme idealisme kebangsaan yang diatur dan dipandu oleh falsafah bangsa dan konstitusi undang-undang dasar 1945.
“Berkaca dari hal tersebut, para pemimpin partai terdahulu memang benar-benar berasal dari tokoh-tokoh yang sudah teruji. Bukan saja dalah hal hitung-hitungan politik, akan tetapi sudah terbukit secara olah fikirnya, kemampuannya dan juga kepemimpinannya. Bukan sekedar mempunyai banyak masa ataupun kemampuan financial,” Tambah Mantan Sekda Kota batam ini lebih lanjut.
“Tidak dengan yang terjadi diera sekarang, para elit partai atau mereka yang ingin berkompetisi dalam berdemokarasi. Lebih pada mereka yang mana mampu mengolah banyak masa, dan juga mampu dalam hal financial tanpa tersemat dalam dirinya nilai nilai kebangsaan seperti tokoh terdahulu,” Ulasnya.
Sehingga banyak kita melihat kenyataan sekarang, banyak para pejabat yang berasal dari elit partai. Tidak sedikit mereka tersandung kasus korupsi, ataupun menyalahii etika public. Karena, bukan sifat idialisme lagi yang tertanam dalam benak mereka, melainkan sifat pragmatism, Yang hanya mementingkan kedudukan dengan iming-iming fasilitas.
Akmam mencontohkan dinamilka polit di Kampar saat ini melalui Partai Golkar, lebih banyak kepengurusan diambil alih oleh barisan muda. Yang notabene mereka masih labil dalam hal kepemimpinan, karena tidak mampu menyerap apa yang diharapkan oleh tokoh maupun partai terdahulu terlebih masyarakat. Sehingga menganggap, tidak perlu lagi merangkul sesepuh partai dengan semboyan atau alasan bahwa saatnya yang muda untuk berkarya.
Akan tetapi mereka meninggalkan etika yang ada dalam berorganisasi maupun bepartai, sehingga membuat perpecahan didalamnya. Parahnya, mereka enggan mendengar masukan, ataupun rekomendasi yang di sampaikan.
Jangan Menjadikan semangat presiden kita terdahulu Ir Soekarno, bahwa dengan sepuluh pemuda mampu menggoncang dunia sebagai tolak ukur bahwa sekarang eranya pemuda untuk mengatur segalanya. Akan tetapi pemuda yang seperti apa, mereka yang mampu membawa idielogi kebangsaan, yang berazaskan pancasila dan UUD 1945. Bukan pemuda yang semau perut mereka sendiri, Ujar Akmam pedas.
Akmam berharap, “Perhelatan pilkada Kampar saat ini, dapat dijadikan momentum, sebagai pembelajaran bagi msayarakat luas khususnya para calon dan elit partai dapat kembali membawa idielaisme kebangsaan yang sesungguhnya seperti yang tertuang dalam UUD 1945 dan juga pada Pancasila.
Sehingga dapat menyerap aspirasi rakyat khusunya daerah Kabupaten Kampar, dan menjadikannya pertimbangan dalam membangun Kampar kedepan. Bukan hanya sekedar janji palsu ketika masa kampanye, melainkan mempunyai visi misi kongrit yang memang dapat menjadi bekal dalam membangun masa depan Kabupaten Kampar,” Kata Akmam mengakhiri. (Full)

Komentar Facebook