3 ZERO, ANTARA SLOGAN DAN HARAPAN

2011

         Muara Jalai (SANGGAM.info) Salah satu program andalan Pemerintahan jefry Noer  dan Ibrahim Ali adalah di tahun 2016 Kampar sudah Zero tiga Hal, yang meliputi Zero Kemiskinan, Zero Rumah kumuh dan Zero Pengangguran.

Anto dan Rodiah
Anto dan Rodiah

Untuk melihat sejauh mana program itu terlaksana dan pencapaiannya, awak SANGGAM.info mencoba menelusuri kebenaran hal tersebut.  SANGGAM.info menelusuri Desa Muara jalai Kecamatan Kampar Utara. Alhasil program itu belum terlaksana dengan baik. Bahkan terkesan isapan jempol semata.

Hal itu setidaknya terlihat dari sebuah rumah yang jauh dari  kata layak huni. Ketika SANGGAM.info memasuki pekarangan rumah, sang pemiliknya  tampak kaget sembari usap-usap mata, dan mempersilahkan masuk. Keraguan menghimpit sejenak, namun kami akhirnya masuk ke dalam rumah yang keseluruhannya berukuran 4×6 meter. Disitu ruang tamu, ruang  makan, ruang tidur sampai dapurpun dalam bangunan tak layak huni tersebut.

Pria 26 tahun itu berkata, “Beginilah kondisi rumah kami,Ketua,” Katanya membuka pembicaraan. Disinilah kami bernaung, dan kami tetap mensyukurinya,” Kata Pria yang bernama Ibrahim itu.

Asniati (26 th) dengan si buah hati
Asniati (26 th) dengan si buah hati

Suami Asniati, 26 itupun melanjutkan, “Kemaren kita juga sudah di data, namun entah kenapa desa menyebut kita belum mendapat jatah rumah layak huni, padahal sepengetahuan kami diantara orang yang mendapat rumah jatah tersebut masih tergolong orang yang punya penghasilan jauh di atas saya,” Ungkap ayah dari Hesti Wulan Asmarani (6.5 Thn), dan si kembar Rafa dan rafi (8 bulan) dengan bahasa khasnya.

Selepas itu tak banyak kata-kata yang terucap dari bibir Ibrahim maupun istrinya.  Yang terlihat hanyalah kemirisan dengan kondisi tersebut. Kamipun minta izin memoto bagian demi bagian rumah tersebut.

Beranjak dari rumah Ibrahim dan masih di RT yang sama, kami lebih tersentak lagi melihat sebuah rumah yang parah sekali. Sangat tak layak dihuni. Dirumah berukuran 2.5 x 7 meter tersebut berdiam sebuah keluarga. Sepasang suami istri, Rais nama pria itu. Karena sang Rais tidak di rumah, SANGGAM.info hanya berhasil memawancarai ayah dan ibu Rais yakni, Anto 41 dan Rodiah, 45 tahun.

Anto
Anto

Tidak banyak kata-kata yang keluar dari bibir kami. Sepatah dua patah kata meluncur dari bibir sang Anto yangt kesehariannya jadi buruh angkut di Pasar Bangkinang. Berikut potret kedua rumah yang jauh dari kata layak huni tersebut, (Foto By Reni Wahyuni):

       

 

Komentar Facebook